Blog

  • 7 Perlakuan Dari Orang Lain Yang Tidak Boleh Kita Tolerir

    It is better to be alone than in bad company.

    Your dignity may be attacked, ravaged and disgracefully mocked, but it can never be taken away unless you willingly surrender it.  It’s all about finding the strength to defend your boundaries.

    The manipulators of the world will test you from time to time to see if you bend.  Don’t let them intimidate you.  When you catch them pushing on you, push back.  All it takes is once, and if they get away with pushing you around that once – if they know they can treat you like that – then it sets the pattern for the future.

    You are stronger than them!  Stick up for yourself and stop tolerating…

    1.  Bullying.

    Bulling is not OK.  Period.  There is no freedom on Earth that gives someone the right to assault who you are as a person.  Sadly, some people just won’t be happy until they’ve pushed your ego to the ground and stomped on it.  What you have to do is have the nerve to stand your ground.  Don’t give them any leeway.  Nobody has the power to make you feel small unless you give them that power.

    It takes a great deal of courage to stand up to your enemies, but just as much to stand up to your family and friends.  Sometimes bullying comes from the most unlikely places.  Be cognizant of how the people closest to you treat you, and look out for the subtle jabs they throw.  When necessary, confront them – whatever it takes to give yourself the opportunity to grow into who you really are.

    2.  Physical abuse of any kind.

    If you have survived the wrath of a physical abuser, and you tried to reconcile things… If you forgave, and you struggled, and even if the expression of your grief had you succumb to outbursts of anger… If you spent years hanging on to the notions of trust and faith, even after you knew in your heart that those beautiful intangibles, upon which love is built and sustained, would never be returned… And especially, if you stood up as the barrier between an abuser and someone else, and took the brunt of the abuse in their place…

    You are a HERO.

    But now it’s time to be the hero of your future.  Enough is enough!

    3.  Supporting hatred.

    As Gandhi once said, “An eye for an eye will only make the whole world blind.”

    Regardless of how despicable another has acted, never let hate build in your heart.  Fighting hatred with hatred only hurts you more.  When you decide to hate someone you automatically begin digging two graves: one for your enemy and one for yourself.

    Hateful grudges are for those who insist that they are owed something.  Forgiveness, on the other hand, is for those who are strong enough and smart enough to move on.  After all, the best revenge is to be unlike the person who hurt you.  The best revenge is living well, in a way that creates peace in your heart.

    4.  Negativity.

    There are plenty of people in this world who will be generous when sharing their negativity and ignorance.  And while they may seem quite eager to feed you their rubbish, please remember it’s not the diet you need.  You need positivity.  So be cautious with whom you let feed your mind and soul.  Do not let the negative opinions of others destroy your inner spirit.

    Throughout your life you will meet two kinds of people: those who are a drain on your energy and dreams, and those who give you the energy to pursue your dreams.  Avoid the first kind and cherish the second.

    5.  Lies.

    If someone fools you once, shame on them.  If someone fools you twice, shame on you.

    If you catch someone lying to you, speak up.  Some people will lie to you repeatedly in a vicious effort to get you to repeat their lies over and over until they effectively become true.  Don’t partake in their nonsense.  Don’t let their lies be your reality.

    Remember, an honest adversary is always better than a friend who lies.  Pay less attention to what people say, and more attention to what they do.  Their actions will show you the truth.

    6.  Disparaging remarks about your potential.

    Never let someone’s opinion of you wash away your truth.  Never sacrifice who you are or what you aspire to be because someone else sees things differently.

    Sometimes even your closest confidants will carelessly crush your potential with smiles on their faces.  They will discredit your ideas, exhibiting zero emotional support, and inadvertently persuade you to forget part of the person you are, along with the person you are capable of becoming.

    Don’t let weak minds convince you that you aren’t strong enough.  You are.

    7.  Attempts to decide for you.

    When you feel out of control or a little lost it can be tempting to look for someone willing to take charge of your life for you, just to alleviate the pressure.  But before you do consider this: if you put a collar around your own neck and hand the leash to someone else, you’ll have no say about where they lead you in life.

    When it comes to exercising your inner genius, you must listen to your inner voice.  Try what you want to try, go where you want to go and explore the depths of your own intuition.  Don’t accept false choices just because someone else doesn’t feel what you feel.  Don’t let others leash your dreams and your future.  If something feels right, it probably is.  Give yourself the fair chance you deserve.

    Final Thoughts

    This is your life.  You may not be able to control all the things people do to you, but you can decide not to be reduced by them.  You can decide not to let their actions and opinions invade your heart and mind.  And above all, you can decide whom to walk beside into tomorrow, and whom to leave behind today.

    Sumber : Marc and Angel

  • Orang Dengan 18 Gelar

    Siapa tahu kalian belum tahu berita ini (seperti aku yang baru saja tahu :p).

    SERATUS SKS TIAP SEMESTER SELAMA 13 TAHUN, PRIA INI RAIH 18 GELAR AKADEMIS DAN PROFESI
    Hitung sebentar gelar di belakang nama Anda? Satu, dua, atau tiga? Buat Welin Kusuma, gelarnya tidak cukup jika dihitung dengan sepuluh jari tangan. Pasalnya, dia punya 18 gelar akademis dan profesi. Dia butuh waktu 13 tahun untuk mengumpulkan gelar-gelar itu di berbagai kampus di Surabaya.

    Welin Kusuma, 31, mengeluarkan satu per satu ijazah dari dalam tas ranselnya. Saat ditata di atas meja, tinggi tumpukan ijazah itu hampir sejengkal. Maklum, pria asal Kendari tersebut memiliki 18 gelar akademis dan profesi. Rinciannya, dia menyandang delapan gelar sarjana, tiga gelar magister, dan tujuh gelar profesi.

    ”Ini salinan sertifikat Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) yang saya dapatkan April lalu,” tutur Welin yang ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin (12/10). Pada penghargaan itu, tertulis nama Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP. Saking panjangnya gelar yang menyertai, nama tersebut sampai ditulis dalam tiga baris. Welin telah mengurutkan gelar-gelar tersebut sesuai dengan periode pendidikan yang ditempuhnya mulai 1999– 2012.

    Setelah lulus dari SMAN 1 Kendari, dia langsung melanjutkan ke jurusan teknik industri di Ubaya pada 1999. Lima tahun kemudian, dia mendapatkan gelar sarjana teknik (ST) pada 2004. Saat semester lima di jurusan teknik industri atau pada 2001, Welin mengambil jurusan ekonomi manajemen di STIE Urip Sumoharjo. Pada 2002 dia mengikuti perkuliahan di jurusan ilmu hukum Unair dan jurusan administrasi negara di Universitas Terbuka (UT). Seolah haus dengan dunia pendidikan, pada tahun yang sama Welin mengambil jurusan teknik informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

    ”Pada 2003 saya mengambil jurusan sastra Inggris di UK Petra,” tutur pria kelahiran Makassar itu. Dia juga menempuh pendidikan S-1 di Universitas Terbuka pada jurusan administrasi publik dan statistik. Pendidikan magister teknik industri ditempuhnya di ITS pada 2004. Welin kemudian meraih gelar magister sains manajemen (MSM) dan magister kenotariatan (MKn) di Universitas Airlangga (Unair). Pria 31 tahun tersebut sengaja mengambil program magister di perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu. Pendidikan profesi yang pernah dia dapatkan adalah registered financial planner Indonesia (RFP-I), certified professional in brand development (CPBD), certified professional in product management (CPPM), certified financial planner (CFP), affiliate wealth manager (AffWM), bersertifikat konsultan pajak (BKP), qualified wealth planner (QWP), dan certified professional human resource (CPHR).

    ”Gelar profesi itu berkaitan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan,” urainya. Selama menjalani pendidikan tersebut hampir tiap tahun, dia menempuh sampai seratus SKS tiap pekan. Bahkan, dia pernah menempuh 111 SKS dalam satu semester genap pada periode Februari–Agustus 2003. Saat itu Welin menempuh kuliah di lima jurusan S-1 sekaligus. Yakni, teknik industri Ubaya (9 mata kuliah/MK-24 SKS), ekonomi manajemen STIE Urip Sumoharjo (4 MK-11 SKS), administrasi negara UT (10 MK-28 SKS), teknik informatika STTS (9 MK-25 SKS), dan hukum Unair (7 MK-23 SKS). Welin memperoleh rekor Muri yang kedua atas 111 SKS yang ditempuhnya. Penghargaan tersebut dia dapatkan pada Agustus lalu. Dia menuturkan, setiap hari dirinya mengikuti kuliah mulai pukul 07.00 dan baru selesai pada pukul 22.00. Bahkan, pada Sabtu dan Minggu dia juga mengambil kuliah. Misalnya, jurusan ilmu hukum di Unair yang dia tempuh di kelas ekstensi. Padatnya jadwal kuliah itu membuat dia pontang-panting dari satu kampus ke kampus lain. Bahkan, dia harus pintar-pintar menyesuaikan jadwal perkuliahan pada satu jurusan agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah di jurusan lain.

    ”Saya sediakan buku khusus untuk mencatat jadwal kuliah agar lebih cermat,” tutur pria berkacamata tersebut. Namun, sepandai-pandainya mengatur jadwal, anak kedua di antara tiga bersaudara itu menemui jadwal yang benar-benar mepet. Saat itu, pada 2003, dia mengambil kuliah di jurusan sastra Inggris UK Petra dan teknik komputer STTS. Di UK Petra ada jam kuliah mulai pukul 13.30–15.30. Pada hari yang sama di STTS dia harus mengikuti kuliah pada pukul 15.00–18.00. Dengan terpaksa Welin harus izin untuk keluar kelas dari perkuliahan UK Petra pada pukul 15.00. Dia pun memacu kendaraannya dari Jalan Siwalankerto untuk segera mengikuti kuliah di STTS, Jalan Ngagel Jaya Tengah. Dia baru bisa masuk ke dalam kelas itu pukul 15.35. Karena batas toleransi keterlambatan hanya 30 menit, dia tidak diperkenankan masuk ruang kuliah. ”Selama satu semester itu saya terlambat empat kali. Untung, masih batas toleransi,” tuturnya.

    Lantaran kuliah di beberapa tempat yang berbeda, Welin beberapa kali bertemu dengan dosen yang sama. Dosen tersebut memang mengajar di dua kampus berbeda. ”Dosen itu jadi ingat terus sama saya,” ceritanya lantas tertawa.

    Anak pasangan Onny Kusuma-Sisilia Chandra tersebut telah menuntaskan semua pendidikan yang dia tempuh. Terakhir, dia baru saja menyelesaikan kuliah di jurusan teknik informatika STTS pada 2012. Itu pendidikan paling lama yang dia tempuh, yakni sepuluh tahun. Dia menuturkan, cukup sulit lulus dari STTS karena harus bisa membuat aplikasi yang bagus dan teruji. ”Saya memang tidak mau main-main dengan tugas akhir saya. Harus bagus,” tegasnya. Dia pernah mendapatkan surat peringatan akan dikeluarkan dari STTS karena tak segera menyelesaikan studi. Surat yang sama pada awal 2011 itu juga dia terima saat menempuh pendidikan magister sains manajemen di Unair. Namun, akhirnya Welin berhasil menyelesaikan studi di magister sains manajemen pada September 2011. Di STTS dia telah yudisium pada Februari lalu. ”Waktu dapat surat peringatan DO (drop out, Red) itu, saya sempat down. Pusing,” ucapnya.

    Welin mengungkapkan, minatnya untuk menempuh aneka pendidikan tersebut didorong keinginan untuk menjadi konsultan. Cita-cita itu telah muncul sejak kecil. ”Konsultan apa? Hmmm, konsultan yang terintegrasi,” tuturnya. Dalam bayangannya, seorang konsultan terintegrasi bisa memberikan pandangan dari banyak perspektif. Mulai hukum, ekonomi, hingga keuangan. Saat ini dia menjadi konsultan pajak lantaran punya gelar BKP. Namun, pekerjaan resmi yang dia tekuni sekarang adalah bidang sistem informasi pada sebuah perusahaan di kawasan Rungkut Industri. Welin mengaku pernah pula bekerja di bidang properti dan perbankan. ”Dari bekerja itu pula biaya pendidikan saya tanggung sendiri,” ucapnya. Dia membiayai sendiri sebagian besar pendidikan yang dia tempuh sejak 2004.

    Setelah 13 tahun menempuh pendidikan dan mendapatkan 18 gelar itu, Welin berencana menempuh pendidikan lagi. Dia ingin mengambil program doktoral. Namun, sama dengan tahapan pendidikan di tingkat sarjana dan magister, Welin tak mau main-main dengan kampus yang dipilih. ”Mau cari yang negeri atau yang bagus. Tetapi, saya masih menyesuaikan jadwal kerja,” katanya. Sebenarnya, dia baru saja memperoleh gelar profesi CPHR (certified professional human resource). Jadi, bisa dibilang gelar Welin kini menjadi 19 buah. ”Saya ingin berbagi dengan orang lain. Mungkin semacam memberikan motivasi,” terangnya.

    Sumber artikel

    Terlepas dari apa sebenarnya motivasi welly untuk belajar sekeras itu, ada beberapa hal yang mau aku komentari saja sih

    • Tidak semua ilmu harus didapat dengan mengambil pendidikan resmi. Di jaman internet begini, sudah banyak sumber untuk kita bisa belajar dari rumah. Contoh saja, aku kuliah teknik sipil. Tapi sekarang aku bisa membuat program sederhana. Apa aku ambil kuliah teknik informatika? Gak. Aku cuma butuh internet dan satu temanku sebagai guruku 🙂
    • Tidak semua hal yang diajarkan di kuliah, akan terpakai di dunia nyata. Dan tidak semua hal yang diperlukan di dunia nyata, diajarkan di bangku kuliah (nanti akan aku buat tulisan tersendiri mengenai hal ini). Apakah kuliah mengajarkan kita bagaimana menghadapi bos yang cerewet, rekan kerja yang cemburuan, pelanggan yang cerewet? Aku rasa gak.
    • Konsultan yang terintegrasi? Konsep yang menarik. Tapi sayangnya dia melupakan satu hal. Andaikan dia memang mau membuka satu perusahaan, biasanya yang bekerja adalah karyawan-karyawannya. Bos hanya berfungsi sebagai pengawas. Ya, bos wajib memiliki sedikit pengetahuan agar tidak ditipu karyawannya, tapi bukan berarti dia harus memiliki semua gelarnya. Atau mungkin dia berencana gak memakai karyawan? Entah lha.
    • Aku penasaran bagaimana dengan kehidupan sosialnya. Dengan kuliah 7 hari seminggu, 15 jam sehari, aku penasaran apa ya yang dilakukannya selain belajar. Apakah dia puas dengan hidup yang demikian?
    • Rekor MURI? Wah, hebat. Tapi apakah dia bisa mendapatkan rekor kehidupan, alias dia bisa berguna bagi masyarakat, itu harus kita tunggu.

    Stay Hungry, Stay Foolish

  • Ujian Kesetiaan

    A woman’s loyalty is tested when her man has nothing. A man’s loyalty is tested when he has everything.

  • Sebuah Koin Kuno

    Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok”. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

    Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.

    Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawaran nya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju, dan mengembalikan gerobaknya. Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?” Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

    Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita. Bila kita sadar kita tak pernah benar2 memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Bersyukurlah.

    Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya

  • 5 Kemampuan Yang Harus Kalian Miliki

    I may not have gone where I intended to go, but I think I have ended up where I needed to be. ―Douglas Adams

    Life has no purpose; you have a purpose and you bring it to life.  There isn’t one big cosmic purpose for everyone either; there is only the one you give to yourself – a personal purpose, an individual meaning, a distinct plot to the story that is your life.  Often this plot is difficult to follow; yet it is never impossible to follow and it is worth every bit of effort you can muster.

    Each moment, each situation, each turn of events presents you with an opportunity to build the self you are capable of being.  It’s just a matter of accepting opportunities, implementing ideas, taking action, and actively expressing the purpose that is uniquely YOU.

    You are stronger than any barrier standing in your way, because you have a purpose that cannot be denied.  You can be adaptable, innovative, hard working and tenacious.  You can imagine the possibilities and then work to make them real.

    Here are five life skills that will help you do just that – the real fundamentals of being an empowered, self-directed human being:

    1.  Curiosity

    Joy comes easy to us in our youth because we haven’t become set too firmly in our ways.  Our willingness to curiously assess new things and varying perspectives allows us to experience flashes of insight and beauty wherever we go.  Those of us who fight the draw of our comfort zones as we age, who sustain our curiosity into our later years, learn a lot more and see far more beauty throughout our lifetime.

    Curiosity, after all, is the foundation of lifelong growth.  It allows us to retain a beginner’s mind even as our wisdom expands.  In this way, an enduring curiosity permits our hearts and minds to grow younger, not older every day.

    Always remain curious and teachable.  Keep an open mind and do not stop questioning and learning.  Look forward, open new doors and experience new things.  Do so because you’re curious, and because you know that today’s journey is always just beginning.

    2.  Creativity

    When it comes to human growth, if curiosity is the engine, creativity is the steering wheel.  Creativity is the most powerful instrument of progress – a mindset that endows resources with a new capacity to create possibility and growth.

    The world is moving so fast these days that those who say something can’t be done are often interrupted by those who are doing it.  This is precisely why it’s important to exercise your creative mind on a regular basis.  Ultimately, the creative learners inherit the world while the doubters and complacent minds find themselves perfectly suited for a world that no longer exists.

    3.  Resilience

    Except for your own thoughts, there’s nothing that’s absolutely in your power.  Knowing and accepting this gives you the ability to cope proficiently with life’s constant little inconveniences – a vital life skill we called resilience.

    Resilience is accepting reality, even if it’s less than the fantasy you had in your mind or the reality that was once yours.  You can fight it, you can do nothing but complain about what you’re missing, or you can accept what you have and try to put it together to create something good.

    As you progress, life will inevitably challenge you on a regular basis.  No matter how much falls on you, keep your head up and plow ahead.  That’s the only way to keep the road to your dreams clear.  It won’t get any more forgiving, but it will get easier and easier to deal with, because over time you will grow stronger and more resilient.

    4.  Patience

    In the sweetest little voice Winnie-the-Pooh once said, “Rivers know this: there is no hurry.  We shall get there some day.”  This is the power of patience.

    Patience is not sitting still.  Rather, it’s mastering your time by applying the right principles in the right way to attain a long-term desired result.  It’s moving forward steadily for as long as it takes to get where you want to go.  Enduring the time between your departure and arrival requires a great deal of will.  But no matter how tedious these moments of waiting are, you have to get used to the feeling, knowing that what you’re working toward is coming your way, even though it’s not with you at the moment.

    Ultimately the two hardest tests on the road to personal growth are the patience to wait for what you want and the courage not to be disappointed when it doesn’t arrive as soon as you had expected.  Patience can be bitter, but the seeds you plant now will bear sweet fruit.  These fruits are worth waiting for.  There’s no advantage to hurrying through life and never tasting their sweetness.

    5.  Self-reliance

    Self-reliance is the most important of all life skills, because without it you can’t practice any other life skill consistently.  It’s honestly a virtue that brings all the rest together.

    Quite simply, self-reliance is the unswerving willingness to take responsibility for your life from this moment forward, regardless of who had a hand in making it the way it is now.  It’s taking control of your life, finding your true self by thinking for yourself, and making a firm choice to live your way.  It’s being the hero of your life, not the victim.

    Life constantly invites you to be who you are capable of being.  Choosing to be self-reliant is accepting life’s invitation.

  • [Gambar] Don’t feel bad…

    Don’t feel bad if people remember you only when they need you.

    Feel privileged that you are like a candle that comes to their mind when there is darkness.

  • 50 Kalimat Yang Akan Mengubah Anda

    You have a train of thought on which you ride when you are alone and quietly thinking. The self-worth you feel, as well as the happiness your life brings, depends upon the direction in which this train is moving, the baggage it carries and the emotional space through which it travels. Between life’s
    stimulus and your reaction is where this space exists; within it is your power to choose how you react, and in your reaction lies your growth, freedom and happiness. If you truly want to change your life, you must first
    change your mind. You must free it from the restrictive thinking that holds you back.

    Here are 50 thought-provoking quotes gathered from our sister site, Everyday Life Lessons, and from our blog archive that will help tweak your thinking and set your mind free.

    1. You are only destined to become one person – the person you decide to be.

    2. Do good and feel good. Do bad and feel bad. It’s that simple.

    3. You are what you do today, not what you say you’ll do tomorrow.

    4. We all make choices, but in the end our choices make us.

    5. Ultimately, it’s not what you do every once in a while; it’s what you dedicate yourself to on a regular basis that makes the difference.

    6. Stay true to yourself. Never be ashamed of doing what feels right. Decide what you think is right and
    stick to it.

    7. If you don’t stand for anything, you will remain forever on your knees.

    8. No amount of money will make you happy if you aren’t happy with yourself.

    9. You know you’ve made the right decision when there is peace in your heart.

    10. Don’t worry if your goals seem crazy to other people; oftentimes the crazy ideas are the ones that have the greatest impact.

    11. If you’re thinking like everyone else, then you aren’t thinking.

    12. Control your own destiny or someone else will try for you.

    13. Sometimes standing up to your friends can be just as difficult as standing up to your enemies.

    14. The unhappiest people in this world are the people who care the most about what everyone else thinks.

    15. When people undermine your dreams, predict your doom, or criticize you, remember, they’re telling you their story, not yours.

    16. There is a huge amount of freedom that comes to you when you take nothing personally.

    17. No one in the world was ever you before, with your particular gifts and abilities and possibilities.

    18. Your greatest task isn’t to find love, but to discover and destroy all the barriers within yourself that you have built against it.

    19. A loving, happy person lives in a loving, happy world. A hateful, miserable person lives in a hateful,
    miserable world. The world around you reflects YOU.

    20. Worry gives small things a big shadow.

    21. Focus your conscious mind on things you desire not things you fear. Doing so brings dreams to life.

    22. It’s not the mistakes and failures you have to worry about, it’s the opportunities you miss when you don’t even try that hurt the most.

    23. It is better to offer no excuse than a bad one over and over again.

    24. To get something you’ve never had, you must do something you’ve never done.

    25. The harder thing to do and the right thing to do are usually the same thing.

    26. Our problems are really our blessings if we use them to grow stronger.

    27. Anyone can run away; it’s super easy. Facing problems and working through them, that’s what
    makes you strong.

    28. When you have two good options, always go with the one that scares you the most, because that’s the one that’s going to help you grow.

    29. Courage is being scared to death, and then taking the next step anyway.

    30. Sometimes our greatest insight comes from our failure, not from our accomplishments.

    31. You need to screw up to learn. You need to experience it all to create greatness.

    32. Just because you don’t understand something now doesn’t mean the explanation doesn’t exist.

    33. Not knowing everything about your future is a good thing.

    34. Don’t worry about what you can’t control and you may liberate yourself.

    35. People of average ability often achieve outstanding success because they don’t know when to quit. Most people succeed simply because they are determined to.

    36. Temporary happiness isn’t worth long-term pain.

    37. Patience can be bitter, but the seeds you plant now will bear sweet fruit.

    38. The less you expect, the more pleasant life gets.

    39. The more you are in a state of gratitude, the more you will attract things to be grateful for.

    40. The things you take for granted, someone else is praying for.

    41. It usually isn’t what you have or where you are or what you’re doing that makes you happy. It’s how you think about it all.

    42. Do not dwell so much on creating your perfect life that you forget to live.

    43. You are not in competition with anybody except yourself; plan to outdo your past not other people.

    44. To admit that you were wrong is to declare that you are wiser now than you were before.

    45. Humans see what they want to see.

    46. If you spend too much time judging yourself, you won’t have any time to love yourself or anyone else.

    47. At the end of the day, you can either focus on what’s tearing you apart or what’s holding you together.

    48. Look through the front windshield and not the rearview mirror.

    49. You don’t get to choose how you are going to die, or when. But you can choose how you are going to live, right now.

    50. Be done with regrets; they are an excuse for people who have failed. You still have a chance

  • Pernikahan

    Mengapa orang menikah? Karena mereka jatuh cinta. Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ? Apakah karena jatuh cinta ? Bukan. Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa. Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.

    Mengapa jatuh cinta gampang? Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi. Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap.

    Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

    Cinta yang dewasa tak menyimpan unek-unek, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

    Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah, bukan surga lagi tapi neraka. Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??

    Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

    Mau punya teman hidup ? Jatuh cintalah. Tetapi sesudah itu, bangunlah cinta. Jagalah KOMITMEN awal.

    1. KETIKA AKAN MENIKAH, Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
    Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

    2. KETIKA MELAMAR, Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

    3. KETIKA MENIKAH, Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

    4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA, Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

    5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG, Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

    6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK, Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

    7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI, Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

    8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI, Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

    9.KETIKA MENDIDIK ANAK, Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

    10.KETIKA ANAK BERMASALAH, Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

    11.KETIKA ADA “PIL” / Pria Idaman lain, Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

    12.KETIKA ADA “WIL” / Wanita Idaman lain, Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

    13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA, Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

    14.KETIKA INGIN LANGGENG dan HARMONIS, GUNAKANLAH FORMULA 7K
    1.Ketakutan akan Tuhan
    2.Kasih sayang
    3.Kesetiaan
    4.Komunikasi dialogis
    5.Keterbukaan
    6.Kejujuran
    7.Kesabaran

    Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru. Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan. Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama. Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.

    Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita. Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

    MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI “CARA” KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN. Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri, Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri. Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi. Pernikahan adalah tiket sekali jalan, jadi pastikan bahwa bersama pasangan kita, kita bersama-sama menuju ke tempat yang lebih baik dari saat ini.

    Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa, dan salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab. Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen. Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita. Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang
    harus berubah lebih dulu.

    Ingat !! Better me = Better we.

    3 kesalahan umum yang sering dilakukan suami :
    A. Tidak perhatikan perasaan istri. Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
    B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar. Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
    C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian/jawaban.

    3 kesalahan umum yang sering dilakukan istri :
    A. Memberi petunjuk tanpa diminta. Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi
    suami merasa dikontrol.
    B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
    C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

    Selama berumah tangga, milikilah komitmen-komitmen ini :
    1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
    2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
    3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
    4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
    5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
    6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
    7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
    8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
    9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
    10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

    10 Hukum Pernikahan Bahagia:
    1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan. (Efesus 5:1)
    2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan. (Matius 5:3)
    3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)
    4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)
    5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18 ; Amsal 16:6)
    6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)
    7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)
    8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda. (Kidung Agung 4:1-5 ; 5:9-16)
    9. Bersedia mengakui kesalahan. (I Yohanes 1:9)
    10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah. ( Matius 5:9)

    Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

    Kidung Agung 8:7 “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”

    Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai. Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

    Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita ” I LOVE YOU ” biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita. Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

    Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

    Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi. Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi
    kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita. Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama. Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan “saya membutuhkan kamu. Tanpa kamu, hidup jadi tidak sempurna”. Lalu mulailah merangkai perbedaan-perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa. Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati TUHAN.

    Tuhan Yesus memberkati.

  • Ayah dan Anak

    Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.

    Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-
    benar terkuras.

    Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
    Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:
    “Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie-nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah … “

    Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

    Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian
    dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

    Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada di rumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan
    gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, ayah“. Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidak hadirannya karena ia tidak punya ibu.

    Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan
    rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

    Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu. Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.
    Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya:
    “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?” Jawaban anakku itu :
    “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.
    Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. aku jadi penasaran untuk membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

    Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati
    saya hancur
    ‘ibu sayang’, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
    Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
    Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

    Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

    Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.

  • Cerita 2 Kakek di Rumah Sakit

    Two men, both seriously ill, occupied the same hospital room. One man was allowed to sit up in his bed for an hour each afternoon to help drain the fluid from his lungs. His bed was next to the room’s only window. The other man had to spend all his time flat on his back. The men talked for hours on end. They spoke of their wives and families, their homes, their jobs, their involvement in the military service, where they had been on vacation.

    Every afternoon, when the man in the bed by the window could sit up, he would pass the time by describing to his roommate all the things he could see outside the window. The man in the other bed began to live for those one hour periods where his world would be broadened and enlivened by all the activity and color of the world outside.

    The window overlooked a park with a lovely lake. Ducks and swans played on the water while children sailed their model boats. Young lovers walked arm in arm amidst flowers of every color and a fine view of the city skyline could be seen in the distance. As the man by the window described all this in exquisite details, the man on the other side of the room would close his eyes and imagine this picturesque scene.

    One warm afternoon, the man by the window described a parade passing by. Although the other man could not hear the band – he could see it in his mind’s eye as the gentleman by the window portrayed it with descriptive words.

    Days, weeks and months passed. One morning, the day nurse arrived to bring water for their baths only to find the lifeless body of the man by the window, who had died peacefully in his sleep. She was saddened and called the hospital attendants to take the body away.

    As soon as it seemed appropriate, the other man asked if he could be moved next to the window. The nurse was happy to make the switch, and after making sure he was comfortable, she left him alone. Slowly, painfully, he propped himself up on one elbow to take his first look at the real world outside. He strained to slowly turn to look out the window besides the bed.

    It faced a blank wall.

    The man asked the nurse what could have compelled his deceased roommate who had described such wonderful things outside this window. The nurse responded that the man was blind and could not even see the wall. She said, ‘Perhaps he just wanted to encourage you.’

    Epilogue:
    There is tremendous happiness in making others happy, despite our own situations. Shared grief is half the sorrow, but happiness when shared, is doubled. If you want to feel rich, just count all the things you have that money can’t buy.

    “Yesterday is a history. Tomorrow is a mistery. Today is a gift, that is why it is called Present .”