Tag: iman

  • Pacaran tidak seiman, bolehkah?

    Aku rasa banyak dari kita yang mengalami hal ini, apapun agama kita. Memang sekarang, di era keterbukaan dan kebebasan, agama tidak lagi dilihat sebagai pembatas sebuah hubungan. Tapi apakah pandangan Gereja Katolik mengenai hal itu?

    Pada intinya, ada beberapa hal penting untuk untuk kamu pikirkan:
    1. Apakah kamu yakin bisa mempertahankan kualitas imanmu? Apakah dengan berpacaran atau sampai menikah dengan orang yang tidak seiman, kamu yakin kualitas imanmu tidak terganggu? Ketika dua orang yang tidak seiman bersatu, akan ada perbedaan-perbedaan dalam nilai hidup. Nah, bagaimana cara kalian menyikapi perbedaan itu? Biasanya yang dilakukan adalah berkompromi. Dengan berkompromi, berarti salah satu atau kalian berdua harus sedikit menyimpang dari ajaran masing-masing.

    2. Pernikahan menurut Katolik adalah proses menyatukan dua orang menjadi satu didalam Tuhan. Pernikahan sebegitu sakralnya sehingga yang sudah disatukan Tuhan, tidak bisa lagi dipisahkan oleh manusia. Apa yang terjadi ketika kedua orang tersebut memiliki pandangan yang berbeda mengenai pernikahan? Setahuku, agama-agama lain tidak ada yang memiliki konsep pernikahan seketat Katolik. Mereka mengijinkan adanya perceraian dan kawin ulang.

    3. Apa yang akan kamu lakukan dengan anak-anakmu kelak? Ajaran apa yang akan kamu ajarkan kepada mereka? Kalau kamu beriman Katolik, berarti kamu yakin kalau Katolik bisa membawa kita lebih dekat kepada Allah dibanding agama lain, walau agama lain pun bisa saja membawa mendekat kepada Allah. Apakah kamu hendak meneruskan imanmu kepada anakmu, atau kamu membiarkan saja dia diajari iman yang menurutmu tidaklah sebagus Katolik? (asumsinya orang tua akan selalu menginginkan yang terbaik bagi anak)

    Pada akhirnya, kalau kalian merasa yakin bisa melewati semua itu, ya gereja pun tidak bisa melarang, karena memang tidak ada larangan bahwa orang Katolik tidak boleh menikah dengan orang non-Katolik.

    Sumber Katolisitas