Tag: kebahagiaan

  • Bersyukur adalah Kunci dari Kebahagiaan

    Alkisah, seorang pria muda sedang menyusuri jalan sepi dekat hutan. Tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang pemuda lain yang berpenampilan lusuh dan berwajah murung. Karena ingin tahu, si pria muda mensejajarkan langkah dan bertanya, “Hai teman, kenapa kau bersedih? Ada masalah?”

    Sambil menghela napas panjang, pemuda itu
    menjawab, “Hah. Hidupku begitu malang. Aku
    hanya punya tas ini dgn sedikit pakaian dan
    makanan. Cuma itu… Aku tak tahu harus berbuat apa.”

    Mendengar kata-kata itu, si pria mendadak punya ide. Lantas ia bertanya, “Boleh aku lihat tasmu sebentar saja?”

    Tanpa curiga, si pemuda menyerahkan tasnya. Dan begitu tas diterima, pria itu langsung melesat lari membawa tas tersebut, meninggalkan pemuda itu melongo kaget tidak percaya. Sadar tasnya dicuri, sambil bereaksi hendak mengejar si pencuri, pemuda itu meratap.
    “Oooh.. Nasibku sungguh sial. Tas satu-satunya hartaku hilang. Aduhhh..”

    Pria yg membawa lari tas, ternyata tidak benar-benar berniat mencuri tas yang dibawanya. Tak jauh dari situ, ia berhenti dan mengintip dari balik semak, melihat keadaan si pemuda, Kemudian dia meletakkan tas si pemuda di pinggir jalan, dan sembunyi lagi di balik semak.

    Si pemuda, yang berjalan dengan lesu dan
    langkah gontai, tiba-tiba ia melihat tasnya
    tergeletak di pinggir jalan. Dengan penuh
    semangat, ia berlari, mengambil kembali tas dan memeriksa isinya. Ternyata masih lengkap! Betapa bahagianya pemuda tadi. Kini, ia melanjutkan perjalanan dengan bersiul riang dan wajah berseri-seri. Pria yang tadi membawa lari tas si pemuda, melihat sambil tersenyum. Katanya dalam hati,
    “Hari ini aku membuatnya jadi orang paling
    bahagia!”

    Friends, Kita biasanya kurang menghargai,
    apalagi mensyukuri apa yang kita miliki. Dan ketika yang dimiliki tiba-tiba hilang, kita baru menyesal, sedih dan merasa kehilangan. Sesungguhnya, begitu banyak yang bisa kita syukuri, yakni: sisa waktu yang masih kita miliki, keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, kesehatan, pekerjaan, harapan… dan masih banyak lagi


    Tambahan:
    Semoga tulisanku bukan sekedar menghabiskan waktu kalian, tapi bisa berguna buat kalian.

    Kalian bisa mendaftarkan diri dengan cara mengisi alamat surel kalian di kolom pendaftaran di bagian kanan atas blog ini. Kalian akan mendapatkan surel setiap kali ada tulisan baru.

    Terima kasih. Tuhan memberkati.

  • Menukar Yang Berharga

    Untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka, sepasang suami istri makan malam di sebuah restoran. Semua berjalan dengan lancar, makanan enak, suasana romantis, mereka bicara tentang hal-hal menyenangkan dan bernostalgia. Ketika hendak membayar tagihan, sang istri terkejut melihat ada kesalahan sebesar 10 ribu rupiah.

    Ia menanyakan hal tersebut dan mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari si pelayan. Sang suami memilih untuk mengajak istrinya pulang saja, tidak usah diperdebatkan. Namun, di dalam mobil, sang istri tetap mengomel, termasuk kepada suaminya yang menurutnya tidak membela dirinya. Malam yang sedianya indah itu mendadak jadi tegang. Saat itulah, suaminya berkata, “Sayang, sadarkah bahwa kamu sudah menukar sukacita dan keindahan malam ini hanya dengan 10 ribu rupiah?”

    Berapa banyak kita sering bersikap demikian. Sukacita kita “tukar” dengan ucapan seseorang. Sepuluh tahun persahabatan di hapus hanya oleh sepuluh menit perselisihan. Sepuluh tahun kerjasama yang baik hancur oleh masalah uang sekian juta. Hubungan keluarga putus oleh masalah rupiah.

    Banyak hal besar dan penting tanpa sadar kita tukar begitu saja dengan hal-hal yang nilainya sebenarnya sama sekali tak sebanding. Tanpa sadar pada akhirnya hanya bisa menyesal karena telah menyia-nyiakan hal penting karena hal kecil, banyak orang juga pada akhirnya hanya bisa menyesal saat perselisihan telah terjadi, hubungan telah rusak dan sukacita menjadi hilang.

    Berapa banyak konflik dan kemarahan yang kita rasakan sebenarnya hanya terjadi karena hal yang tak layak dan tak penting seperti itu. Sesungguhnya saat kita marah karena hal-hal seperti kebiasaan, sikap atau ucapan seseorang sampai membuat hubungan kita dengannya menjadi rusak, maka kita sudah menukar posisi orang itu dengan hal-hal tadi.

    Layak kah?