Tag: kita

  • Gunakan Potensi yang Kita Miliki

    Suatu kali ada seorang konglomerat pengusaha yang kekayaannya diperolehnya dari nol. Apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.

    Karena penasaran, seorang pemuda ingin belajar menimba pengalaman dari sang konglomerat tersebut. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya pemuda tersebut berhasil menemui pengusaha sukses itu.

    “Terima kasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu.

    Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan satu tangannya.

    Pemuda itu terheran-heran. Lantas, pengusaha itu pun menjelaskan maksudnya, “Biar aku lihat garis tanganmu. Simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yang Kau minta.”

    Setelah menengadahkan kedua tangannya, pengusaha itu pun berkata, “Lihatlah telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, di sini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh. Sekarang, genggamlah tanganmu. Di mana semua garis tadi?”

    “Di dalam telapak tangan yang saya genggam,” jawab si pemuda dengan penasaran.

    “Nah, apa artinya itu? Artinya, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu. Dan, begitulah rahasi suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,” jelas si pengusaha sukses itu.

    “Kini coba lihat kembali genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena di sanalah letak kekuatan Allah Sang Maha Pencipta yang kita tidak akan mampu lakukan dan itulah bagianNya.”

    “Genggam dan lakukan bagianmu dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh, dan serahkan kepada Allah bagian yang tidak mampu engkau lakukan!”

    Semangat dan gunakan potensi kita secara maksimal yang telah dititipkan Tuhan bagi kita.

  • Hiu Kecil dalam Tangki Hidup Kita

    Orang Jepang selalu menyukai ikan segar. Namun selama beberapa dekade perairan dekat dengan Jepang tidak menyediakan banyak ikan. Jadi untuk makan rakyat Jepang, kapal penangkap ikan pergi semakin jauh mencari ikan. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa ikan ke darat.

    Jika perjalanan pulang memakan waktu lebih lama, ikan pun sudah tidak segar lagi. Untuk mengatasi masalah ini, perusaahan penangkap ikan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal untuk pergi lebih jauh dan tinggal lebih lama.

    Tetapi, orang Jepang bisa merasakan perbedaan antara ikan segar dan beku. Mereka tidak menyukai rasa ikan beku. Jadi, ikan beku pun dijual dengan harga yang lebih rendah. Akhirnya, perusahaan perikanan memasang tangki ikan. Mereka akan menangkap ikan dan memasukkan ikan ke dalam tangki. Namun di dalam tangki ikan saling bertabrakan, lelah, dan akhirnya kehilangan rasa segar.

    Kini mereka dapat menangkap ikan dengan rasa segar dan membawanya ke Jepang. Bagaimana caranya mereka berhasil? Untuk menjaga agar rasa ikan segar, perusahaan penangkapan ikan di Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki tapi dengan ikan hiu kecil. Ikan-ikan tersebut tertantang dan karenanya selalu bergerak.

    Tantangan yang mereka hadapi membuat ikan-ikan itu tetap hidup dan segar. Pernahkah kita menyadari bahwa sebagian dari kita juga hidup dalam kolam tetapi sebagian besar waktu membuat lelah dan membosankan? Pada dasarnya dalam hidup kita, hiu adalah tantangan baru untuk tetap aktif.

    Jika kita terus bisa menaklukkan tantangan, kita merasa senang. Tantangan kita membuat kita berenergi. Jangan ciptakan kesuksesan dan bersenang-senang di dalamnya dalam keadaan semu. Kita memiliki sumber daya, keterampilan, dan kemampuan untuk membuat perbedaan.

    Taruh hiu hidup di tangki kita dan lihat seberapa jauh kita benar-benar bisa pergi jauh.