Tag: uang

  • Uang vs Bahagia

    Sebuah iklan pembalut wanita yang aneh. Iklannya berisi makna kehidupan yang bagus, namun tidak ada pesan untuk menjual produknya.

    Ada 5 orang ibu-ibu yang lagi ngerumpi sambil ngafe. Mereka lagi memamerkan kesuksesan anaknya. Ada yang anaknya jadi pilot, ada yang anaknya jadi jendral (bukan jendral TNI, tapi jendral manager alias GM :D), dkk. Begitu giliran ibu terakhir, eh ada suara yang manggil dia. Ternyata anaknya datang dgn istri dan cucu si ibu. “Lho, mau kemana?” Ibu-ibu lain bertanya. “Mau merayakan hari ibu” jawab si anak. “Lho, kan udah lewat” protes ibu-ibu itu. “Mereka selalu merayakan hari ibu tiap minggu” jawab si ibu sambil pamitan, lalu pergi. 4 ibu-ibu lainnya cuma bisa bengong aja (mungkin sambil merasa iri dengan si ibu itu).

    Aku rasa ini menjadi gambaran norma kehidupan sekarang. Uang yang banyak dianggap cukup untuk menjustifikasi kurangnya waktu keluarga. Aku ingat ada satu ucapan yang menarik, bahwa orang kaya sebenarnya adalah kelompok orang yang paling tersiksa. Mereka dilarang oleh masyarakat untuk bersedih. Anggapan masyarakat “Punya uang banyak kok sedih?”

    Aku gak bilang kita gak butuh uang. Tapi “More money means more happiness”. Is it true?

    Bagaimana menurut kalian? Ayo berdiskusi dengan menuliskan pikiran kalian di komentar di bawah. Tapi tolong norma kesopanan tetap dijaga. Semua komentar akan aku cek terlebih dahulu, sebelum muncul di halaman blog. Terima kasih 🙂

  • Namaku Uang

    Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.
    Aku juga “bisa” merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia’ karena manusia mengidolakan aku.
    Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

    Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

    Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

    Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku.
    Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.

    Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku spt Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..

    Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

    Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

    Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.

    Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.

    Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

    Ini informasi terakhirku:
    Aku TIDAK ADA DI SURGA,
    Jadi jangan cari aku disana.

    Salam sayang,

    Ttd

    U A N G