{"id":112,"date":"2013-04-02T13:55:58","date_gmt":"2013-04-02T04:55:58","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanstefano.wordpress.com\/?p=112"},"modified":"2013-04-02T13:55:58","modified_gmt":"2013-04-02T04:55:58","slug":"berdoa-dengan-benar-secara-katolik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/?p=112","title":{"rendered":"Berdoa Dengan Benar Secara Katolik"},"content":{"rendered":"<p><b>Mengapa kita berdoa?<\/b><br \/>\n\u201cPrayer is the raising of one\u2019s mind and heart to God or the requesting of good things from God.\u201d But when we pray, do we speak from the height of our pride and will, or \u201cout of the depths\u201d of a humble and contrite heart? He who humbles himself will be exalted; humility is the foundation of prayer. Only when we humbly acknowledge that \u201cwe do not know how to pray as we ought,\u201d are we ready to receive freely the gift of prayer. \u201cMan is a beggar before God.\u201d (CCC, 2559)<\/p>\n<p>KGK 2559 \u201cDoa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik\u201d. Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau \u201cdari jurang\u201d (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan (Bdk. Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah dasar doa, karena \u201ckita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa\u201d (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis.<\/p>\n<p>Itulah sebuah pemahaman tentang arti doa dari ajaran Gereja Katolik. Berdoa adalah getaran hati suara nurani yang menyapa Allah. Suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Tanpa doa iman kita akan lemah tanpa daya, kering dan tidak berbobot, tapi dengan berdoa iman kita dikuatkan, diteguhkan, ditopang hingga kokoh kuat tak tergoyahkan. Maka kebiasaan berdoa bagi umat Katolik sangatlah penting mulai dari anak-anak hingga orang tua dan kakek nenek tak terkecuali wajib berdoa. Namun berdoa macam mana yang benar secara Katolik? Itulah yang menjadi pokok persoalan kita.<\/p>\n<p>Kemarin pada tgl 7 Desember 2010 ketika terjadi pertemuan darat tim katolisitas.org dengan para pengunjung umat katolik di Jakarta, saya menyinggung perihal berdoa secara benar dan katolik. Sudah banyak kali saya mendengarkan orang Katolik berdoa tidak sesuai dengan iman Katolik. Doanya mengambang, intensi tidak berisi dan kesulitan dalam mengakhiri doanya. Lalu bagaimana berdoa secara benar dan Katolik?<\/p>\n<p>Menurut pengalaman rohani dari St Theresa dari Lisieux, doa adalah:<br \/>\n\u201cFor me, prayer is a surge of the heart; it is a simple look turned toward heaven, it is a cry of recognition and of love, embracing both trial and joy\u201d (suatu gelora, sentakan dalam hati, sebuah penglihatan kembali untuk ke depan menuju tahta surgawi, sebuah jeritan pengetahuan akal budi dan cinta yang memeluk keduanya dalam suatu cobaan dan sukacita (bdk. St. Therese of Lisieux, Manuscrits autobiographiques, C 25r.).<\/p>\n<p>Berdoalah menurut pola \u201dDoa Bapa Kami\u201d.<br \/>\nBapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,<br \/>\ndatanglah Kerajaan-Mu,<br \/>\njadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.<br \/>\nBerikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami,<br \/>\nseperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;<br \/>\ndan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,<br \/>\ntetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.<br \/>\n[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] <b><em>(Matius 6:9-13).<\/em><\/b><\/p>\n<p>Dalam doa Bapa Kami ada 3 pokok penting yang mendapat perhatian saat kita hendak doa:<br \/>\n1). Menyebut nama Allah dengan atributnya (kemahakuasaan Allah). Menyapa Allah sebagai Bapa yang sungguh dekat di hati manusia. Dia yang tidak jauh namun ada dan tinggal di antara kita sebagai Bapa kita. Memohon datangnya<br \/>\nkerajaan-Nya di dunia.<br \/>\n2). Intensi (permohonan) kita kepada Allah Bapa yakni rezeki setiap hari, kesehatan jiwa dan badan.<br \/>\n3) Menutup doa dengan memohon agar dikuatkan iman kita sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. Terakhir setiap doa yang benar dan katolik ditutup dengan rumusan panjang lengkap bersifat trinitaris Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, atau rumusan pendek kristologis, yaitu \u201c\u2026. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.\u201d Pola doa Bapa Kami juga memberikan contoh kepada kita untuk berdoa secara benar dan sungguh Katolik (di bawah artikel ini diberikan contoh yang benar).<\/p>\n<p>Sifat-sifat yang menyertai doa yang benar:<br \/>\na) Berdoalah <b>dengan tekun<\/b>.<br \/>\nMintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7). Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: \u201cDalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut<br \/>\nakan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan<br \/>\ntidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.\u201d Kata Tuhan: \u201cCamkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lukas 18:1-7). Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,\u2026 (Kisah Para Rasul 1:14)<br \/>\nb) Berdoalah secara <b>tersembunyi dengan rendah hati.<\/b><br \/>\nTetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6). Tempat<br \/>\ntersembunyi yang dimaksudkan dalam sabda Tuhan ini adalah di dalam hati. Hati adalah tempat kita berjumpa dengan Tuhan. Kerendahan hati adalah dasar dari doa yang benar. Berdoalah dengan rendah hati dan dengan pertobatan. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: \u201cYa Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.\u201d (Lukas 18:13).<br \/>\nc) Berdoalah dengan <b>tidak bertele-tele.<\/b><br \/>\nLagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan (Matius 6:7). Ia berkata kepada mereka: \u201cBerdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan\u201d (Lukas 22:40).<br \/>\nd) Berdoalah dalam <b>pribadi Tuhan Yesus.<\/b><br \/>\nDan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.\u201d (Yohanes 14:13-14). Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7). Berdoalah dengan iman dan keyakinan bahwa doamu sedang dikabulkan. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu<br \/>\nminta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Markus.11:24).<br \/>\ne) Berdoalah dengan <b>kuasa dari Roh Kudus.<\/b><br \/>\n\u201dJadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.\u201d (Lukas 11:13). \u201dDan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.\u201d (Lukas 24:49). \u201dTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.\u201d (Kisah Para Rasul 1:8)<br \/>\nf) Berdoa itu <b>mempersatukan umat beriman dengan Allah Bapa.<\/b><br \/>\nHal ini ditekankan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Efesus 3:18-21): \u201cAku berdoa supaya kamu bersama-sama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat<br \/>\nmengenal kasih itu yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi<br \/>\ndalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Bagi Dialah<br \/>\nkemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya\u201d. Teks dari \u201cCatechism of the Catholic Church\u201d (Katekismus Gereja Katolik) di bawah ini menambah pemahaman kita tentang berdoa.<br \/>\n\u201cIn the New Covenant, prayer is the living relationship of the children of God with their Father<br \/>\nwho is good beyond measure, with his Son Jesus Christ and with the Holy Spirit. The grace of the Kingdom is \u201cthe union of the entire holy and royal Trinity\u2026.with the whole human spirit.\u201d Thus, the life of prayer is the habit of being in the presence of the thrice-holy God and in communion with him. This communion of life is always possible because, through Baptism, we have already been united with Christ. Prayer is Christian insofar as it is communion with Christ and extends throughout the Church, which is his Body. Its dimensions are those of Christ\u2019s love\u201d (CCC, 2565).<br \/>\nKGK 2565    Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan<br \/>\nBapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah \u201cpersatuan seluruh<br \/>\nTritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa\u201d manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16,9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan Kristus (Bdk. Rm 6:5). Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih Kristus (Bdk. Ef 3:18-2).<\/p>\n<p><b>Contoh doa pribadi yang benar dan Katolik.<\/b><br \/>\nAllah Bapa kami yang mahabaik, kami bersyukur untuk hari baru ini yang telah Kau anugerahkan bagi kami. Engkau telah melindungi kami selama semalam yang telah berlalu dan memberikan begitu banyak rezeki hingga saat ini. Kami mohon berikanlah kami hati yang sanggup bersyukur dan hati yang selalu memberi kepada orang lain dari anugerah yang telah kami terima daripada-Mu.<br \/>\nSemoga kami sanggup melakukan itu dengan menolong sesama yang berkekurangan. Doa ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin. (Penutup doa bersifat trinitaris: Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus)<\/p>\n<p>Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas penyertaanmu sepanjang hari ini. Kami menyadari bahwa banyak kesalahan dan kekurangan telah kami lakukan sepanjang hari ini. Kami mohon pengampunan darimu dan berilah kami kekuatan untuk bangkit dari kesalahan kami. Semoga besok kami mampu menjadi murid-Mu yang sejati. Karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.<br \/>\n(Penutup doa bersifat kristologis di mana Kristus menjadi pengantara kita satu-satunya dan bersifat universal kepada Allah Bapa).<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/katolisitas.org\/5831\/berdoa-dengan-benar-secara-katolik\">Katolisitas<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa kita berdoa? \u201cPrayer is the raising of one\u2019s mind and heart to God or the requesting of good things from God.\u201d But when we pray, do we speak from the height of our pride and will, or \u201cout of the depths\u201d of a humble and contrite heart? He who humbles himself will be exalted; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[40,123],"class_list":["post-112","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-religius","tag-berdoa","tag-katolik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=112"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}