{"id":135,"date":"2013-04-11T19:16:12","date_gmt":"2013-04-11T10:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanstefano.wordpress.com\/?p=135"},"modified":"2013-04-11T19:16:12","modified_gmt":"2013-04-11T10:16:12","slug":"mempercayai-kebutuhan-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/?p=135","title":{"rendered":"Mempercayai Kebutuhan Anda"},"content":{"rendered":"<p><b>MEMPERCAYAI KEBUTUHAN ANDA<\/b><br \/>\n\u00a0<br \/>\nBeberapa tahun lalu, saya punya keyakinan rohani yang tidak waras. Saya percaya bahwa jika saya ingin menjadi seorang yang kudus, saya TIDAK boleh mempercayai kebutuhan saya.\u00a0 Karena saya memikirkan keinginan saya sebagian besar dari kedagingan, bukan dari Roh Kudus.<br \/>\nPesan yang saya terima adalah ini: \u201cTakutlah akan dirimu.\u00a0 Takutlah akan keinginanmu.\u00a0 Takutlah akan keegoisanmu.\u00a0 Jangan percayai dirimu.\u00a0 Sebaliknya, percayalah kepada Tuhan.\u00a0 Percayalah kepada kelompokmu.\u00a0 Percayalah kepada pemimpinmu.\u00a0 Percayalah kepada jaringan\u2026\u201d\u00a0 (Inilah sebabnya mengapa ada begitu banyak pelecehan rohani yang terjadi dalam kelompok-kelompok rohani.)<br \/>\nOh, hal yang mengerikan untuk dipercaya! Pendeta, pengkotbah, dan pastor senang menekankan pesan ini: \u201cJangan percayai dirimu!\u201d\u00a0 Secara langsung atau tidak langsung, mereka akan meminta anggota mereka untuk percaya saja pada kebijakan dan keputusan pemimpinnya.\u00a0 Secara tidak sengaja, mereka menghasilkan orang-orang yang tidak bertumbuh secara emosional dan rohani, seperti bayi-bayi.<br \/>\nBukannya memberi kebebasan, agama malah membelenggu kita menuju ketidakdewasaan.\u00a0 (Tuhan memanggil kita untuk menjadi seperti anak-anak, bukan kekanak-kanakan.)<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n<b>Tuhan Mempercayai Anda \u2013<br \/>\nKapan Anda Akan Belajar Mempercayai Diri Sendiri?<\/b><br \/>\n\u00a0<br \/>\nSebaliknya, kita perlu mendengar sebuah pesan baru. Pesan apa?\u00a0 Bahwa Anda diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan!\u00a0 Bahwa Anda tidak hanya baik.\u00a0 Anda sangat baik!\u00a0 Jadi percayalah pada diri Anda karena Tuhan mempercayai Anda.\u00a0 Ia mempercayai Anda dengan menyebut Anda sebagai anakNya.\u00a0 Ia mempercayai Anda dengan menanamkan KerajaanNya di dalam Anda.\u00a0 Ia mempercayai Anda dengan berdiam di dalam diri Anda.\u00a0 Ia mempercayai Anda dengan mengutus Anda menjadi bukti kehadiranNya di dunia.\u00a0 Ia mempercayai Anda untuk mengasihi dengan cara Ia mengasihi\u2026\u201d<br \/>\nWow!\u00a0 (Percayalah pada saya, ketika saya berdoa, ketika saya membaca Alkitab, ketika saya mendengarkan suara Tuhan di kedalaman hati saya, saya mengatakan \u201cWow!\u201d berulang-ulang kali.) Dan salah satu cara untuk mempercayai diri Anda adalah dengan mempercayai kebutuhan Anda. Bukan kebutuhan dosa Anda.\u00a0 (Itu adalah apa yang perlu Anda sangkal.)\u00a0 Tapi kebutuhan yang benar, sah, dan ditanamkan Tuhan.<br \/>\nPenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.\u00a0 Bahkan kebutuhan Anda untuk gembira. Beberapa orang memandang semua kesenangan adalah buruk.\u00a0 Moto mereka: \u201cJika itu terasa menyenangkan, itu pasti tidak baik.\u201d\u00a0 Itu tidak benar. Saya percaya hidup yang diberikan Tuhan harus dinikmati dengan maksimal.\u00a0 Untuk dinikmati dengan sukacita.\u00a0 Maka cicipilah.\u00a0 Hiruplah.\u00a0 Sukai.\u00a0 Menarilah.\u00a0 Menyanyilah.\u00a0 Hiduplah!<br \/>\nKetika kita menikmati hidup, kita juga mengijinkan orang lain untuk menikmatinya.\u00a0 (Pernahkah bertanya-tanya mengapa beberapa orang rohani begitu sombong, mereka tidak membiarkan siapapun untuk menikmati hidup?)<br \/>\n\u00a0<br \/>\nCintai diri Anda!<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n<b>Apa yang Menguras Anda?<br \/>\nSingkirkan Itu Jikan Anda Bisa<\/b><br \/>\n\u00a0<br \/>\nSaya tidak bermaksud untuk menulis sebuah daftar lengkap tentang bagaimana Anda perlu memperhatikan diri Anda.\u00a0 (Saya akan melakukannya dalam tulisan panjang lainnya.) Tapi ini sebuah pertanyaan yang saya ingin Anda tanyakan pada diri sendiri: Apa yang menguras Anda? Orang, hal, kegiatan, kelompok, kebiasaan, situasi, dan tempat apa dalam hidup Anda yang menguras sukacita dan hidup dan energi dan kekudusan Anda?\u00a0 Apa yang mengisap kebahagiaan Anda? Jika itu adalah sesuatu yang merupakan bagian dari tujuan mulia dalam hidup Anda, maka hadapilah.\u00a0 Tapi jika bukan, singkirkan itu!<br \/>\nDengan melakukan itu, Anda akan bertumbuh dan memiliki lebih banyak hidup dan energi untuk hal-hal yang benar yang Tuhan ingin Anda lakukan. Dengan kata lain, saya meminta Anda untuk menentukan batasan-batasan Anda.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n<b>Kasihi Orang Berdosa Dan Orang Kudus Di Dalamnya<\/b><br \/>\n\u00a0<br \/>\nKita tergoda untuk hanya melihat pendosa di dalam diri kita. Ingatkan diri Anda bahwa juga ada seorang kudus di dalam diri Anda. Pada ulang tahun saya yang lalu, saya mengadakan pesta dengan beberapa teman-teman dekat. Sudah menjadi tradisi kami bahwa kami menghormati orang yang berulang tahun \u2013 maka kali itu menjadi giliran saya duduk di kursi panas.<br \/>\nSaya harus jujur terhadap Anda.\u00a0 Selalu terasa mengerikan harus dihormati oleh teman-teman selama satu jam \u2013 tapi beberapa waktu sesudahnya, saya merasa Tangki Cinta saya terisi penuh.<br \/>\nSebagai contoh, seorang teman menceritakan bagaimana saya membantunya di saat ia mengalami kesusahan.\u00a0 (Saya melakukannya?\u00a0 Betulkah?)\u00a0 Seorang teman lain menceritakan bagaimana ia begitu tersentuh oleh belas kasihan saya.\u00a0 Seorang teman lain menghormati saya karena saya selalu ada di sisinya sekalipun ketika semua orang lain menolaknya.<br \/>\nSaya berharap ada kamera yang merekam!\u00a0 Sehingga saya dapat melihat dan mendengarnya lagi \u2013 khususnya ketika saya meragukan diri sendiri.\u00a0 Ketika saya merasa kurang baik.\u00a0 Ketika saya merasa saya tidak berharga.\u00a0 (Ya, saya melalui masa-masa itu.) Ini adalah pengalaman yang umum.<\/p>\n<p>Mari saya akhiri dengan menceritakan sebuah kisah indah yang saya baca dalam seri Chicken Soup\u2026<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n<b>Ingatkan Diri Anda Bahwa Anda Adalah Seorang Kudus Di Dalam<\/b><br \/>\n\u00a0<br \/>\nSuatu hari, seorang guru meminta murid-muridnya untuk menuliskan nama-nama murid yang lain di selembar kertas.\u00a0 \u201cDan berikan jarak di antara setiap nama,\u201d instruksinya. Ketika mereka selesai, sang guru berkata, \u201cDi bawah setiap nama, ibu ingin kalian menuliskan hal-hal baik yang kalian lihat dalam diri orang itu.\u201d\u00a0 Dalam sekejap, anak-anak menyibukkan diri dengan tugas itu dan memakan waktu hingga jam pelajaran usai untuk menyelesaikannya. Guru membawa kertas-kertas itu pulang dan menyortir materinya.\u00a0 Di atas secarik kertas per anak, ia menulis semua kelebihan yang dituliskan oleh teman-teman sekelas mereka. Pada jam pelajaran berikutnya, ia memberikan kertas-kertas itu kepada anak-anak.\u00a0 Mereka sangat senang membaca surat itu.\u00a0 \u201cWow, betulkah saya orang ini?\u201d beberapa dari mereka berseru.<br \/>\nBertahun-tahun kemudian, sang guru menerima sebuah telepon.\u00a0 Salah seorang mantan muridnya, yang telah menjadi seorang prajurit, terbunuh di medan perang.\u00a0 Bersediakah ia hadir dalam acara pemakaman? Ia pergi dan melihat banyak dari mantan murid-muridnya yang menyampaikan rasa berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan.\u00a0 Ketika ia berdiri di sisi peti mati, menatap tubuh seorang pria muda berseragam yang sudah tidak bernyawa, seorang wanita parobaya menghampirinya.<br \/>\n\u201cApakah Anda guru SD putera saya?\u201d<br \/>\n\u201cYa,\u201d katanya, \u201cAnda pasti ibunya.\u00a0 Saya turut berdukacita.\u201d<br \/>\n\u201cSaya ingin menunjukkan sesuatu pada Anda,\u201d kata ibu itu.\u00a0 \u201cPutera saya menyimpan ini dalam dompetnya ketika ia meninggal.\u201d\u00a0<br \/>\nIa menarik secarik kertas lusuh.\u00a0 Jelas kelihatan kalau kertas itu telah dilipat dan dibuka berulang kali. Bahkan sebelum membukanya, guru itu sudah tahu apa itu.\u00a0 Itu adalah secarik kertas yang berisi daftar kebaikan yang dilihat teman-temannya dalam dirinya.\u00a0 Disimpan dan dibaca selama bertahun-tahun. Pada saat itu, murid-muridnya yang lain sudah berkumpul di sekeliling mereka berdua.<br \/>\nSeorang pria muda di sisi sang guru berkata, \u201cAh, saya juga membawa kertas saya ke manapun saya pergi.\u201d<br \/>\nSeorang wanita di belakang berkata, \u201cSaya masih menyimpan punya saya.\u00a0 Tersimpan dalam diary saya.\u201d<br \/>\nSeorang pria lain berkata, \u201cSaya memasang daftar saya di meja saya di rumah.\u201d<br \/>\nSeorang wanita lain berkata, \u201cKelihatannya kita semua menyimpan kertas itu selama ini!\u201d<br \/>\nSang guru tersentuh tanpa dapat berkata-kata. Mengapa secarik kertas sederhana itu begitu berarti? Karena inilah kebenarannya:\u00a0 Hidup dapat terasa kasar.\u00a0 Pada berbagai waktu, bahkan dapat terasa kejam.\u00a0 Setiap kali kita gagal, setiap kali kita menerima kritik, setiap kali kita ditolak, kita meragukan apakah kita berharga.\u00a0 Kita meragukan kebaikan kita. Kita sangat membutuhkan cinta. Kita perlu mengasihi orang kudus dalam diri kita.<\/p>\n<p>Teman, cintai diri Anda. Setiap hari, rayakan kelebihan dalam diri Anda.\u00a0 Rayakan kebaikan Anda.\u00a0 Rayakan keindahan diri Anda. Bersyukurlah pada Tuhan untuk betapa indahnya Ia menciptakan Anda. Kasihi orang berdosa dan orang kudus di dalamnya.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nSemoga impian Anda menjadi kenyataan,<\/p>\n<p>Bo Sanchez<\/p>\n<p>(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPERCAYAI KEBUTUHAN ANDA \u00a0 Beberapa tahun lalu, saya punya keyakinan rohani yang tidak waras. Saya percaya bahwa jika saya ingin menjadi seorang yang kudus, saya TIDAK boleh mempercayai kebutuhan saya.\u00a0 Karena saya memikirkan keinginan saya sebagian besar dari kedagingan, bukan dari Roh Kudus. Pesan yang saya terima adalah ini: \u201cTakutlah akan dirimu.\u00a0 Takutlah akan keinginanmu.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[],"class_list":["post-135","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-pengembangan-diri","category-artikel-religius"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/135\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}