{"id":148,"date":"2013-04-16T21:42:28","date_gmt":"2013-04-16T12:42:28","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanstefano.wordpress.com\/?p=148"},"modified":"2013-04-16T21:42:28","modified_gmt":"2013-04-16T12:42:28","slug":"terima-kekurangan-kekurangan-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/?p=148","title":{"rendered":"Terima Kekurangan-Kekurangan Anda"},"content":{"rendered":"<p>Mari saya mulai dengan salah satu cerita kesukaan saya<\/p>\n<p>Pada suatu hari dalam perjalanan pulang, seorang wanita berjalan di tepi jalan. \u00a0Ia melihat seekor burung kakaktua di jendela sebuah toko hewan peliharaan. \u00a0Dengan melihat kepada wanita itu, si kakaktua<br \/>\nberkata, \u201cIbu, Anda jelek sekali!\u201d. Merasa terkejut, wanita itu berjalan pergi dengan perasaan tersinggung. Hari berikutnya, ia berjalan di jalan yang sama lagi. \u00a0Ia melihat lagi kakaktua yang mengintip lewat jendela toko. \u00a0Dan hampir pasti, ketika kakaktua itu melihatnya, kakaktua itu berkata, \u201cIbu, Anda jelek sekali!\u201d<\/p>\n<p>Wanita itu tidak tahan lagi. Ia menerobos ke dalam toko dan berkata pada pemilik toko, \u201cBurung Anda telah berkata pada saya bahwa saya jelek. \u00a0Sebaiknya Anda melakukan sesuatu terhadap kakaktua itu. Kalau besok saya lewat di sini, dan burung itu mengatakan hal yang sama tentang saya, saya akan menuntut Anda!\u201d \u00a0Pemiliknya meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan berkata, \u201cHal itu tidak akan terjadi lagi, Bu.\u201d Hari berikutnya, ia berjalan pulang di jalan yang sama. \u00a0Sekali lagi, ia melihat kakaktua itu, dan kakaktua itu melihatnya. \u00a0Ia berhenti dan dengan tatapan dingin bertanya, \u201cYa?\u201d Burung itu, sambil berjalan mondar-mandir, berkata, \u201cAnda tahu.\u201d<\/p>\n<p><strong>Anda Tidak Perlu Menjadi Sempurna<\/strong><br \/>\n<strong>Untuk Mencintai Diri Sendiri<\/strong><\/p>\n<p>Teman, banyak dari kita memiliki seekor kakaktua dalam diri kita yang mengatakan pada kita, \u201cAnda jelek.\u201d Kita memiliki seekor kakaktua dalam diri kita yang kita bawa ke mana-mana, kejam dan kasar. \u00a0Sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan iblis untuk menuduh dan menyumpahi kita ke Neraka. \u00a0Karena kita sendiri melakukannya. Perasaan-perasaan malu ini membawa kita kepada ketergantungan kita. Teman, bakar kakaktua dalam diri Anda. \u00a0(Lebih baik lagi, goreng dia dengan minyak zaitun, sedikit bawang putih, dan cabe.)<\/p>\n<p>Mulai katakan pada diri Anda kebenaran: Bahwa Anda adalah anak Tuhan dan indah di luar yang dapat dibayangkan. Dan bahwa Tuhan bahkan akan memakai kelemahan Anda yang terburuk. Ingat: \u00a0Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk dicintai.<\/p>\n<p><strong>Kelemahan Anda Adalah Sebuah Anugerah<\/strong><\/p>\n<p>Dalam Alkitab, Santo Paulus berbicara sombong tentang \u201cDuri dalam Daging\u201d-nya. Itu adalah kelemahannya. Tapi apapun itu, tentang kelemahan ini, ia mengatakan kalimat yang kekal dan membingungkan ini. \u00a0<em>\u201cPenyakit itu diberikan untuk memukul saya supaya saya tidak menjadi sombong. Tiga kali saya berdoa kepada Tuhan supaya penyakit itu diangkat dari saya. Tetapi Tuhan menjawab, \u201cAku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasaKu justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah.\u201d<\/em> (2Korintus 12:7-10 ~ Alkitab Terjemahan Sehari-hari). Bagaimana mungkin kelemahan Anda menjadi anugerah?<\/p>\n<p><strong>Kelemahan Anda Memberkati Anda Dalam 3 Cara Besar<\/strong><\/p>\n<p>Pertama, kelemahan saya membuat saya rendah hati. \u00a0Kelemahan itu membuat saya jauh lebih bergantung pada Tuhan. \u00a0Dan saya melihat bagaimana Dia memakai saya dengan luar biasa sekalipun saya memiliki banyak kelemahan! \u00a0Itulah sebabnya Alkitab berkata, apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. \u00a0(1Korintus 1:27)<\/p>\n<p>Kedua, kelemahan saya membuat saya lebih berbelas kasih terhadap orang lain. \u00a0Saya percaya bahwa seseorang yang dengan mudahnya menghakimi orang lain belum menerima kelemahan-kelemahannya sendiri. Jika sudah, ia tidak akan bersikap menghakimi. Tapi karena ia belum, ia memproyeksikan kemarahannya terhadap diri sendiri kepada orang lain.<\/p>\n<p>Ketiga, kelemahan saya menghubungkan saya dengan orang lain dengan suatu cara yang tidak dapat dilakukan oleh yang lain. \u00a0Ketika saya membagikan kisah masa lalu saya dan keterikatan saya kepada seseorang, saya menanggalkan pertahanan diri saya dan menjadi terbuka terhadapnya. \u00a0Dengan cara ini, saya juga memberi ijin pada orang itu untuk juga menanggalkan pertahanan dirinya.<\/p>\n<p>Teman, bersyukurlah pada Tuhan atas kelemahan Anda, pergumulan Anda, dan masalah Anda. Semua itu adalah anugerah luar biasa yang akan memberkati Anda dan orang lain.<\/p>\n<p>Semoga impian Anda menjadi kenyataan,<\/p>\n<p>Bo Sanchez<br \/>\n(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari saya mulai dengan salah satu cerita kesukaan saya Pada suatu hari dalam perjalanan pulang, seorang wanita berjalan di tepi jalan. \u00a0Ia melihat seekor burung kakaktua di jendela sebuah toko hewan peliharaan. \u00a0Dengan melihat kepada wanita itu, si kakaktua berkata, \u201cIbu, Anda jelek sekali!\u201d. Merasa terkejut, wanita itu berjalan pergi dengan perasaan tersinggung. Hari berikutnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[],"class_list":["post-148","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-pengembangan-diri","category-artikel-religius"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=148"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/148\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}