{"id":281,"date":"2013-08-03T23:15:54","date_gmt":"2013-08-03T14:15:54","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanstefano.wordpress.com\/?p=281"},"modified":"2013-08-03T23:15:54","modified_gmt":"2013-08-03T14:15:54","slug":"cerita-kaya-itu-relatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/?p=281","title":{"rendered":"[Cerita] Kaya itu relatif"},"content":{"rendered":"<h5>Suatu hari, seorang kaya mengajak anaknya mengunjungi suatu keluarga miskin di desa dengan maksud agar anaknya paham betapa miskin orang itu. Mereka menginap semalam. Waktu perjalanan pulang si ayah bertanya, \u201cGimana kesannya, nak\u201d?\u201d \u201cOh, mengesankan\u201d, sahut si anak. \u201cKau lihat betapa miskin mereka?\u201d tanya si ayah. \u201cYeah\u201d, sahut si anak. \u201cDan apa yang kau pelajari, nak?\u201d kejar si ayah. Si anak setelah hening beberapa saat, berkata, \u201cKita di rumah punya seekor anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam kecil dan sempit, mereka punya kolam panjang sekali sampai kaki bukit. Kita punya lampu-lampu impor di taman, mereka punya bintang-bintang. Teras kita sebatas pagar depan, mereka sebatas langit.\u201d Dan setelah beberapa saat, karena ayahnya membisu saja, si anak berkata, \u201cTerimakasih ya, ayah telah menunjukkan pada aku betapa miskin kita\u201d. Tampaklah bahwa kekayaan itu amat relatif dan lebih terkait dengan sikap daripada keadaan. Dengan sikap yang tepat semua orang bisa kaya raya selamanya. Orang miskin kekurangan banyak , tetapi orang tamak kekurangan segala-galanya<\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu hari, seorang kaya mengajak anaknya mengunjungi suatu keluarga miskin di desa dengan maksud agar anaknya paham betapa miskin orang itu. Mereka menginap semalam. Waktu perjalanan pulang si ayah bertanya, \u201cGimana kesannya, nak\u201d?\u201d \u201cOh, mengesankan\u201d, sahut si anak. \u201cKau lihat betapa miskin mereka?\u201d tanya si ayah. \u201cYeah\u201d, sahut si anak. \u201cDan apa yang kau pelajari, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-281","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-pengembangan-diri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=281"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/281\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanstefano.ddns.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}