Author: stefano

  • Keegoisan

    Ada satu keluarga kura-kura yang memutuskan untuk pergi bertamasya. Memang sudah dari sananya serba lambat, maka untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka membutuhkan waktu 7 tahun. Akhirnya keluarga kura-kura ini meninggalkan hunian mereka, pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru di tahun kedua mereka menemukan lokasi yang sesuai dan cocok.

    Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkari semua keranjang-keranjang perbekalan piknik, membenahi tempat tersebut. Lalu mereka tersadar saat melihat bekal piknik, mereka lupa membawa garam. Waduh, piknik tanpa garam? Mereka serempak setuju dan berteriak itu bisa menjadi bencana luar biasa.

    Setelah panjang lebar berdiskusi, kura-kura termuda pun dipilih untuk mengambil garam di rumah mereka. Meskipun ia termasuk kura tercepat dari semua kura-kura yang lambat, kura-kura kecil ini merengek, menangis, dan meronta-ronta dalam batoknya. Ia setuju pergi dengan satu syarat, kalau tidak satu pun boleh makan sampai ia kembali. Keluarga kura-kura itu pun setuju dan kura-kura kecil ini pun berangkatlah.

    Tiga tahun lewat dan kura-kura kecil masih juga belum kembali. Lima tahun… enam tahun… Memasuki tahun ketujuh kepergian kura kecil, kura-kura tertua sudah tak tahan menahan laparnya. Ia pun mengumumkan bahwa ia begitu lapar dan akan mulai membuka bekalnya dan memakan rotinya.

    Saat itulah, tiba-tiba muncullah si kura-kura kecil dari balik sebatang pohon dan berteriak, “Lihat tuh… benar ‘kan… Aku tahu kalian memang tak akan menunggu. Ah, kalau begini caranya aku tidak mau pergi mengambil garam.”

    Terkadang sebagian dari kita memboroskan waktu sekadar cuma menunggu sampai orang lain memenuhi harapan kita. Sebaliknya, kita begitu khawatir, prihatin, sering-sering malahan terlalu mempedulikan apa yang dikerjakan orang lain hingga kita hanya berpangku tangan tanpa berbuat apapun. (BMSPS)

  • Sesuatu yang Lebih Baik Akan Datang

    Seorang wanita didiagnosis menderita penyakit pada stadium akhir dan divonis waktu hidupnya tinggal tiga bulan. Ia meminta seorang pemuka agama datang ke rumahnya untuk mendiskusikan keinginan terakhirnya. Ia mengatakan keinginannya agar lagu dinyanyikan pada saat pemakamannya, ingin membaca kitab suci, dan ingin dikuburkan dengan berpakaian lengkap.

    Lalu, ia berkata, “Satu hal lagi… saya ingin dikubur dengan garpu di tangan saya.”

    Pemuka agama itu terkejut.

    Wanita itu menjelaskan, “Selama bertahun-tahun, saya menghadiri kegiatan amal dan makan malam seadanya. Saya selalu ingat setiap kali piring hidangan utama sedang diangkat oleh pelayan, seseorang pasti mengatakan kepada semua orang, ‘pegang garpunya’. Itu adalah waktu favorit saya saat makan malam, karena saya tahu sesuatu yang lebih baik datang. Seperti kue cokelat atau pai apel dalam piring kecil. Sesuatu yang indah. Jadi, saya ingin orang melihat saya yang ada di dalam peti mati dengan garpu di tangan saya dan bertanya-tanya, ‘Ada apa dengan garpu?’ Lalu saya ingin Anda memberitahu mereka, ‘Pegang garpu, karena yang terbaik belum datang’.”

    Mata pemuka agama itu mengalir air mata suka cita saat ia mendengar permintaan wanita itu. Ia menyadari bahwa wanita itu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang surga daripada dirinya dan tahu sesuatu yang lebih baik akan datang.

  • Manusia Memang Aneh

    Seorang laki-laki bertanya pada teman saya, Jaime Cohen, “Apa sifat yang paling aneh pada manusia?”

    Cohen berkata, “Sifat-sifat kita yang serba bertolak belakang.

    Waktu masih kecil, kita ingin cepat-cepat dewasa, lalu setelah dewasa kita merindukan masa kecil yang telah hilang.

    Kita mencari uang sampai sakit-sakitan, lalu uang itu kita habiskan untuk berobat supaya sembuh.

    Kita begitu cemas memikirkan masa depan, sampai-sampai kita mengabaikan masa kini, sehingga kita tidak benar-benar hidup di masa kini maupun di masa depan.

    Kita hidup seolah-olah kematian tidak berkuasa atas diri kita, dan kita mati seolah-olah kita tidak pernah menjalani hidup.” (Paulo Coelho dalam “Seperti Sungai yang Mengalir”. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)

  • Pentingnya komunikasi

    Suatu ketika di dalam kereta bawah tanah di New York, di suatu stasiun perhentian, masuklah seorang bapak dan tiga orang anaknya yang masih kecil ke dalam kereta. Sang ayah langsung duduk dan menutup matanya, sedang tiga anaknya berteriak, lari kesana kemari, sehingga membuat penumpang lain terganggu. Setelah beberapa menit hal ini terjadi dan si ayah tidak mencoba menenangkan anak-anaknya, penumpang-penumpang yang lain mulai marah.

    Akhirnya seorang penumpang menegur si ayah “Kenapa kamu enak-enaknya tidur sedang anak-anakmu mengganggu penumpang-penumpang lain?”
    Sang ayah menjawab “Saya minta maaf. Istri saya baru saja meninggal, dan semalaman saya tidak tidur menemani istri saya di rumah sakit. Mungkin anak-anak saya belum bisa menerima kematian ibunya dengan baik”
    Setelah mendengar jawaban itu, sikap para penumpang mulai berubah. Mereka tidak lagi marah, namun mereka berusaha untuk menenangkan anak-anak itu dengan penuh kasih. Dan mereka membiarkan si ayah untuk beristirahat sebentar.

    Apakah komunikasi menyelesaikan masalah? Tidak selalu. Anak-anak itu tetap ribut, sang ayah tetap membutuhkan tidur. Namun komunikasi yang baik akan membantu menyamakan sudut pandang kita, sehingga kita bisa memahami masalah itu dengan lebih baik, dan bertindak dengan lebih tepat sasaran. Kadang, masalah susah dipecahkan karena pihak-pihak yang terkait memiliki sudut pandang yang tidak sama.

  • [Cerita] Biksu

    Seorang biksu dengan pakaian dekil datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar kaya itu merasa sebal dengan penampilan si biksu dan mengusirnya pergi dgn kata-kata kasar.
    Beberapa hari kemudian seorang biksu besar datang dengan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Si saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan (vegetarian tentunya) mewah untuk si biksu. Lalu ia mengajak si biksu untuk menikmati makanannya.
    Si biksu menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Katanya, “Kemarin aku datang dengan pakaian usang dan anda mengusirku. Hari ini aku datang dengan pakaian mewah dan anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku tapi untuk jubah ini”. Setelah berkata demikian si biksu tersebut berlalu, meninggalkan si saudagar yang kaget. Lantas biksu itu menyimpulkan :
    “Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih?”

    Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang, seperti:
    – apa yang dipakai (pakaian dan aksesorisnya) atau
    – kekayaan atau
    – jabatan seseorang,

    BUKAN PRIBADI keberadaan orang itu sendiri. Jadi, jika engkau dihormati orang, jangan bangga diri. Dan kalau pun engkau tidak dihormati, jangan kecewa dan bersedih diri, sebab Engkau tetap sebuah harga.
    Siapapun yang merendahkan kamu saat ini, jangan membuat kamu Runtuh. Bangkit dan Tetap Teguh KARENA DIBALIK SEGALA KESULITAN ADA HADIAH YANG INDAH yang telah TUHAN siapkan, Tetaplah Berpikir Positive !!

  • Kisah seorang tukang tahu

    Ada seorg tukang TAHU… Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya. Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.

    Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.

    Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset.  Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan. Jangankan untung, modal pun buntung! Mengeluh ia kepada Tuhan, bahkan “menyalahkan” Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

    Akhirnya ia pun pulang tdk jadi berdagang.

    Tapi 2 jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Ia bisa selamat “gara-gara” tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang.

    Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Tuhan dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang diminta.

    Tuhan Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

    Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk!
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.  Tuhan mengetahui, sedang manusia
    tidak mengetahui”

  • Setiap Orang Punya Cerita

    Hidup itu terbungkus oleh banyak lapisan. Terkadang kita hanya melihat lapisan luarnya saja dan tidak tahu bagaimana isi di dalamnya.

    Kita hanya melihat seorang pengusaha hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia. Padahal dia mungkin sedang stres dan hidupnya penuh hutang, kerja kerasnya hanya untuk membayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah menjadi milik bank.

    Lalu, pasangan anggun yang hadir di sebuah acara reuni begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis dan bahagia. Padahal, hidup mereka penuh dengan kebencian, saling menuduh, mengkhianati, dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta.

    Ada juga seorang pemuda, lulusan sekolah terkenal dengan nilai tertinggi, pasti mudah memperoleh pekerjaan, dengan gaji besar, hidupnya pasti bahagia. Padahal, ia sudah terkena PHK sepuluh kali, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Dan sudah dua bulan belum mendapakan pekerjaan baru.

    Ada seorang ibu muda, yang selalu pergi ke diskotik, punya banyak waktu, tidak pernah pusing dengan pekerjaan rumah, hidupnya sangat santai. Dia pasti bahagia. Padahal, batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih, karena suaminya tidak pernah menghargai dan menggasihinya.

    Begitu juga dengan tetangga. Anaknya sudah besar-besar, bapak-ibunya sudah boleh santai dan tenang. Mereka pasti bahagia. Namun kenyataannya orangtua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, karena kelakuan anak-anaknya yang tidak bermoral dan menyalahgunakan narkoba.

    Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu bagaimana realita yang ada di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

    Janganlah membicarakan masalah orang lain, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah. Tapi, manusia tak luput dari masalah.

    Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah karena semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna.

    Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita. (*)

  • [Cerita] Santo Thomas Aquinas dan sapi terbang

    Pada suatu ketika, Thomas yang masih bersekolah sedang duduk di mejanya. Tiba-tiba teman-temannya berteriak “Lihat, ada sapi terbang!”. Thomas pun segera bergegas ke jendela untuk melihatnya. Dan yang seperti bisa kita duga, tidak ada sapi yang terbang.

    Teman-temannya pun menertawakan dia. Thomas dengan bijak menjawab “Lebih baik saya percaya bahwa ada seekor sapi yang bisa terbang, dibandingkan saya percaya bahwa teman-teman saya menipu saya”.

  • [Cerita] Kaya itu relatif

    Suatu hari, seorang kaya mengajak anaknya mengunjungi suatu keluarga miskin di desa dengan maksud agar anaknya paham betapa miskin orang itu. Mereka menginap semalam. Waktu perjalanan pulang si ayah bertanya, “Gimana kesannya, nak”?” “Oh, mengesankan”, sahut si anak. “Kau lihat betapa miskin mereka?” tanya si ayah. “Yeah”, sahut si anak. “Dan apa yang kau pelajari, nak?” kejar si ayah. Si anak setelah hening beberapa saat, berkata, “Kita di rumah punya seekor anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam kecil dan sempit, mereka punya kolam panjang sekali sampai kaki bukit. Kita punya lampu-lampu impor di taman, mereka punya bintang-bintang. Teras kita sebatas pagar depan, mereka sebatas langit.” Dan setelah beberapa saat, karena ayahnya membisu saja, si anak berkata, “Terimakasih ya, ayah telah menunjukkan pada aku betapa miskin kita”. Tampaklah bahwa kekayaan itu amat relatif dan lebih terkait dengan sikap daripada keadaan. Dengan sikap yang tepat semua orang bisa kaya raya selamanya. Orang miskin kekurangan banyak , tetapi orang tamak kekurangan segala-galanya
  • [Petuah] Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan…

    July, 2013

    Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…

    Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.

    Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.

    Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu  : Contohilah ayahmu.

    Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.

    Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…

    Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.

    Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini.  Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.

    Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini  adalah  ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan… but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…

    Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.

    Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah. Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.

    Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…

    –  Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.

    Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakan yang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…

    – Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.

    Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.

    Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru.  Take your time… give time enough time.

    – Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.

    Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….

    Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.

    – Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…

    Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…

    Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.

    – Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.

    Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.

    Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.

    For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)

     

    Sumber : http://muda.kompasiana.com/2013/07/19/nak-ibu-ingin-bicara-soal-milih-milih-perempuan-578085.html