Ada sebuah kisah fiksi yang menarik untuk disimak.
Dalam sebuah dongeng diceritakan bahwa seorang
petani Jepang naik ke surga, dan hal pertama yang
dilihatnya adalah sebuah rak panjang dengan benda-
benda yang tampaknya aneh dan dipajang di atasnya.
“Apa itu?” tanyanya. “Apakah itu untuk dibuat sup?”
“Tidak,” terdengar satu suara jawabannya. “Itu adalah telinga-telingan dari orang yang ketika mereka masih hidup di dunia mendengarkan tentang hal-hal yang harus mereka lakukan, tapi mereka tidak menaruh perhatian yang sungguh-sungguh pada hal-hal itu. Maka ketika mereka meninggal, telinga mereka saja
yang naik ke surga, bagian tubuh lainnya tidak.”
Setelah beberapa saat petani itu melihat rak lainnya
dengan benda-benda aneh lainnya dipanjang di
atasnya.
“Apa ini?” tanyanya lagi. “Apakah ini untuk dibuat sup?”
“Tidak,” begitu terdengar suatu jawabannya. “Ini adalah lidah-lidah milik orang yang dahulu hidup di
dunia dan yang memberi tahu orang lain untuk
berbuat baik dan hidup baik, tapi mereka sendiri tidak
melakukannya. Maka ketika mereka meninggal, lidah-lidah mereka saja yang naik ke surga, bagian tubuh lainnya tidak.”