Category: Artikel Pengembangan Diri

  • [Cerita] Biksu

    Seorang biksu dengan pakaian dekil datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar kaya itu merasa sebal dengan penampilan si biksu dan mengusirnya pergi dgn kata-kata kasar.
    Beberapa hari kemudian seorang biksu besar datang dengan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Si saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan (vegetarian tentunya) mewah untuk si biksu. Lalu ia mengajak si biksu untuk menikmati makanannya.
    Si biksu menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Katanya, “Kemarin aku datang dengan pakaian usang dan anda mengusirku. Hari ini aku datang dengan pakaian mewah dan anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku tapi untuk jubah ini”. Setelah berkata demikian si biksu tersebut berlalu, meninggalkan si saudagar yang kaget. Lantas biksu itu menyimpulkan :
    “Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih?”

    Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang, seperti:
    – apa yang dipakai (pakaian dan aksesorisnya) atau
    – kekayaan atau
    – jabatan seseorang,

    BUKAN PRIBADI keberadaan orang itu sendiri. Jadi, jika engkau dihormati orang, jangan bangga diri. Dan kalau pun engkau tidak dihormati, jangan kecewa dan bersedih diri, sebab Engkau tetap sebuah harga.
    Siapapun yang merendahkan kamu saat ini, jangan membuat kamu Runtuh. Bangkit dan Tetap Teguh KARENA DIBALIK SEGALA KESULITAN ADA HADIAH YANG INDAH yang telah TUHAN siapkan, Tetaplah Berpikir Positive !!

  • Kisah seorang tukang tahu

    Ada seorg tukang TAHU… Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya. Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.

    Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.

    Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset.  Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan. Jangankan untung, modal pun buntung! Mengeluh ia kepada Tuhan, bahkan “menyalahkan” Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

    Akhirnya ia pun pulang tdk jadi berdagang.

    Tapi 2 jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Ia bisa selamat “gara-gara” tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang.

    Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Tuhan dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang diminta.

    Tuhan Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

    Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk!
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.  Tuhan mengetahui, sedang manusia
    tidak mengetahui”

  • Setiap Orang Punya Cerita

    Hidup itu terbungkus oleh banyak lapisan. Terkadang kita hanya melihat lapisan luarnya saja dan tidak tahu bagaimana isi di dalamnya.

    Kita hanya melihat seorang pengusaha hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia. Padahal dia mungkin sedang stres dan hidupnya penuh hutang, kerja kerasnya hanya untuk membayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah menjadi milik bank.

    Lalu, pasangan anggun yang hadir di sebuah acara reuni begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis dan bahagia. Padahal, hidup mereka penuh dengan kebencian, saling menuduh, mengkhianati, dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta.

    Ada juga seorang pemuda, lulusan sekolah terkenal dengan nilai tertinggi, pasti mudah memperoleh pekerjaan, dengan gaji besar, hidupnya pasti bahagia. Padahal, ia sudah terkena PHK sepuluh kali, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Dan sudah dua bulan belum mendapakan pekerjaan baru.

    Ada seorang ibu muda, yang selalu pergi ke diskotik, punya banyak waktu, tidak pernah pusing dengan pekerjaan rumah, hidupnya sangat santai. Dia pasti bahagia. Padahal, batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih, karena suaminya tidak pernah menghargai dan menggasihinya.

    Begitu juga dengan tetangga. Anaknya sudah besar-besar, bapak-ibunya sudah boleh santai dan tenang. Mereka pasti bahagia. Namun kenyataannya orangtua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, karena kelakuan anak-anaknya yang tidak bermoral dan menyalahgunakan narkoba.

    Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu bagaimana realita yang ada di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

    Janganlah membicarakan masalah orang lain, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah. Tapi, manusia tak luput dari masalah.

    Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah karena semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna.

    Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita. (*)

  • [Cerita] Santo Thomas Aquinas dan sapi terbang

    Pada suatu ketika, Thomas yang masih bersekolah sedang duduk di mejanya. Tiba-tiba teman-temannya berteriak “Lihat, ada sapi terbang!”. Thomas pun segera bergegas ke jendela untuk melihatnya. Dan yang seperti bisa kita duga, tidak ada sapi yang terbang.

    Teman-temannya pun menertawakan dia. Thomas dengan bijak menjawab “Lebih baik saya percaya bahwa ada seekor sapi yang bisa terbang, dibandingkan saya percaya bahwa teman-teman saya menipu saya”.

  • [Cerita] Kaya itu relatif

    Suatu hari, seorang kaya mengajak anaknya mengunjungi suatu keluarga miskin di desa dengan maksud agar anaknya paham betapa miskin orang itu. Mereka menginap semalam. Waktu perjalanan pulang si ayah bertanya, “Gimana kesannya, nak”?” “Oh, mengesankan”, sahut si anak. “Kau lihat betapa miskin mereka?” tanya si ayah. “Yeah”, sahut si anak. “Dan apa yang kau pelajari, nak?” kejar si ayah. Si anak setelah hening beberapa saat, berkata, “Kita di rumah punya seekor anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam kecil dan sempit, mereka punya kolam panjang sekali sampai kaki bukit. Kita punya lampu-lampu impor di taman, mereka punya bintang-bintang. Teras kita sebatas pagar depan, mereka sebatas langit.” Dan setelah beberapa saat, karena ayahnya membisu saja, si anak berkata, “Terimakasih ya, ayah telah menunjukkan pada aku betapa miskin kita”. Tampaklah bahwa kekayaan itu amat relatif dan lebih terkait dengan sikap daripada keadaan. Dengan sikap yang tepat semua orang bisa kaya raya selamanya. Orang miskin kekurangan banyak , tetapi orang tamak kekurangan segala-galanya
  • [Petuah] Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan…

    July, 2013

    Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…

    Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.

    Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.

    Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu  : Contohilah ayahmu.

    Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.

    Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…

    Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.

    Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini.  Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.

    Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini  adalah  ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan… but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…

    Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.

    Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah. Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.

    Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…

    –  Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.

    Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakan yang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…

    – Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.

    Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.

    Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru.  Take your time… give time enough time.

    – Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.

    Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….

    Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.

    – Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…

    Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…

    Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.

    – Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.

    Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.

    Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.

    For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)

     

    Sumber : http://muda.kompasiana.com/2013/07/19/nak-ibu-ingin-bicara-soal-milih-milih-perempuan-578085.html

  • [Cerita] Kura-kura dan Kalajengking

    Suatu hari, karena tak mampu berenang, seekor kalajengking meminta kepada seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggungnya untuk menyeberangi sungai.

    “Apa kamu gila?” teriak kura-kura, “Kamu pasti akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam.”

    Kalajengking itu tertawa sambil menjawab, “Kura-kura yang baik, jika aku menyengatmu, kamu akan tenggelam, dan aku akan ikut bersamamu. Kalau begitu, apa gunanya? Aku tak akan menyengatmu karena ini berarti kematianku sendiri!”

    Untuk beberapa saat, kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tersebut. Akhirnya ia berkata, “Kamu benar…. Naiklah!”

    Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi. Namun baru setengah jalan, ia menyengat kura-kura itu dengan sengit.

    Sementara kura-kura mulai tenggelm perlahan-lahan menuju dasar sungai dengan kalajengking di atas punggungnya, ia mengerang dengan sedih, “Kamu ‘kan sudah berjanji, tapi sekarang kamu menyengatku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka.”

    Kalajengking yang tenggelam itu menjawab dengan sedih, “Aku tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat.”

    Sahabat, ingatlah! Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai teman. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan Anda. Bagaikan tombol lift, teman itu akan membawa kita naik atau turun. Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal akan malang.

  • [Cerita]Dosen Cerdas

    Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

    Mahasiswa A: “pak, maaf kami telat ikut ujian semester.”

    mahasiswa B: “iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkot…nya meletus.”

    Mahasiswa C: “iya kami kasihan sama supirnya…. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.”

    Mahasiswa D: “oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.”

    Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda.

    “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

    Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.

    Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.

    Di soal kedua tertulis:

    “Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus..?

    =====

    Dalam kehidupan perkuliahan, seorang mahasiswa juga sering melakukan tindakan kebohongan dengan berbagai tujuan dan alasan. Salah satu tujuannya adalah melindungi teman atau bertujuan untuk kebaikan.

    Contohnya seperti tindakan “titip” absen yang sering dilakukan oleh beberapa mahasiswa. Seorang mahasiswa sering meminta temannya untuk memalsukan tanda tangan daftar hadir (absen) ketika tidak bisa menghadiri kelas. Tindakan seperti ini merupakan salah satu tindakan yang dapat berupa kebohongan langsung ataupun kebohongan demi kebaikan tergantung pada alasan dari penindak kebohongan.

    Sekecil apapun kebohongan yg kita lakukan tetap akan terungkap. Dan sebuah kebohongan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah namun akan menambah masalah. Dan kejujuran itu lebih indah, setidaknya akan membuat kita lega setelah jujur.

  • Kisah 4 Anak dan Pohon Pir

    Seorang ayah menyuruh ke-4 anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir.

    Anak 1 pergi pada musim DINGIN,
    Anak 2 pada musim SEMI,
    yang 3 pada musim PANAS,
    dan yg ke 4 pada musim GUGUR.

    Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
    Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yg menjanjikan.
    Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum.
    Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

    Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yg berbeda.

    Ayahnya berpesan “Jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yg sulit. Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Ditangan Tuhan hidup kita berarti, tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya.

    Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya…

    Jika kita tidak bersabar ketika berada dimusim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kita tidak akan memanen hasil dimusim gugur.

    Kegelapan malam tidak selamanya bertahan, esok akan datang fajar yg akan mengusir kegelapan malam.

    Sumber: unknown

  • Pencurian di dalam pencurian

    Sebuah cerita menarik. Menunjukkan bahwa di dunia ini, hal-hal di dunia tidak lah sesimpel hitam dan putih. Be smart.

    During a robbery in Guangzhou, China, the bank robber shouted to everyone in the bank: “Don’t move. The money belongs to the State. Your life belongs to you.”

    Everyone in the bank laid down quietly. This is called “Mind Changing Concept” Changing the conventional way of thinking.

    When a lady lay on the table provocatively, the robber shouted at her: “Please be civilized! This is a robbery and not a rape!”

    This is called “Being Professional” Focus only on what you are trained to do!

    When the bank robbers returned home, the younger robber (MBA-trained) told the older robber (who has only completed Year 6 in primary school): “Big brother, let’s count how much we got.”

    The older robber rebutted and said: “You are very stupid. There is so much money it will take us a long time to count. Tonight, the TV news will tell us how much we robbed from the bank!”

    This is called “Experience.” Nowadays, experience is more important than paper qualifications!

    After the robbers had left, the bank manager told the bank supervisor to call the police quickly. But the supervisor said to him: “Wait! Let us take out $10 million from the bank for ourselves and add it to the $70 million that we have previously embezzled from the bank”.

    This is called “Swim with the tide.” Converting an unfavorable situation to your advantage!

    The supervisor says: “It will be good if there is a robbery every month.”

    This is called “Killing Boredom.” Personal Happiness is more important than your job.

    The next day, the TV news reported that $100 million was taken from the bank. The robbers counted and counted and counted, but they could only count $20 million. The robbers were very angry and complained: “We risked our lives and only took $20 million. The bank manager took $80 million with a snap of his fingers. It looks like it is better to be educated than to be a thief!”

    This is called “Knowledge is worth as much as gold!”

    The bank manager was smiling and happy because his losses in the share market are now covered by this robbery.

    This is called “Seizing the opportunity.” Daring to take risks!

    So who are the real robbers here?