Tag: Penghormatan

  • [Cerita] Biksu

    Seorang biksu dengan pakaian dekil datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar kaya itu merasa sebal dengan penampilan si biksu dan mengusirnya pergi dgn kata-kata kasar.
    Beberapa hari kemudian seorang biksu besar datang dengan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Si saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan (vegetarian tentunya) mewah untuk si biksu. Lalu ia mengajak si biksu untuk menikmati makanannya.
    Si biksu menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Katanya, “Kemarin aku datang dengan pakaian usang dan anda mengusirku. Hari ini aku datang dengan pakaian mewah dan anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku tapi untuk jubah ini”. Setelah berkata demikian si biksu tersebut berlalu, meninggalkan si saudagar yang kaget. Lantas biksu itu menyimpulkan :
    “Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih?”

    Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang, seperti:
    – apa yang dipakai (pakaian dan aksesorisnya) atau
    – kekayaan atau
    – jabatan seseorang,

    BUKAN PRIBADI keberadaan orang itu sendiri. Jadi, jika engkau dihormati orang, jangan bangga diri. Dan kalau pun engkau tidak dihormati, jangan kecewa dan bersedih diri, sebab Engkau tetap sebuah harga.
    Siapapun yang merendahkan kamu saat ini, jangan membuat kamu Runtuh. Bangkit dan Tetap Teguh KARENA DIBALIK SEGALA KESULITAN ADA HADIAH YANG INDAH yang telah TUHAN siapkan, Tetaplah Berpikir Positive !!

  • Perihal Penghormatan Kepada Leluhur

    Begitu banyak budaya di dunia ini yang mengajarkan kita tentang penghormatan kepada leluhur. Aku akan sedikit menjabarkan budaya tionghoa tentang penghormatan leluhur, yang dikenal dengan Tradisi Cheng Beng, dimana orang tionghoa pergi membersihkan kuburan leluhur, bersembayang sambil memberikan sesajian dan membakar uang kertas.

    Apa sih pandanga gereja mengenai penghormatan leluhur ini? Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan:
    1. Gereja Katolik memang mengajarkan kita untuk mendoakan arwah orang yang meninggal. Tapi perlu diingat apa isi doa kita. Gereja mengingatkan kita untuk mendoakan arwah-arwah agar mereka cepat melalui api penyucian, dan segera bersatu dengan Tuhan di Surga.

    2. Apakah kita boleh meminta arwah-arwah untuk mendoakan kita? Ya, boleh saja, asalkan kita menganggap mereka sebagai perantara doa kita kepada Tuhan. Ingat, Tuhan lah yang akan mengabulkan permohonan-permohonan kita, dan bukan arwah-arwah itu.

    3. Apakah kita boleh memberikan sikap penghormatan kepada foto, plakat nama, atau peti jenazah? Ya, boleh saja, selama tidak disertai dengan membakar dupa atau hio. Dupa atau hio di dalam Gereja, hanya boleh dibakar kepada seseorang yang amat agung, dalam hal ini Allah.

    4. Apakah kita boleh memberikan buah atau makanan di depan plakat nama atau di kuburan? Ya boleh saja, selama makna pemberian buah atau makanan adalah hanya sebagai simbol hidup baru, sama seperti ketika kita memberikan karangan bunga.

    5. Apakah kita diperbolehkan membakar uang kertas, rumah kertas, atau barang-barang lain seperti tradisi awal tionghoa? Tidak boleh, karena pembakaran ini mempunyai makna tahyul.

    Masih banyak lagi budaya-budaya di dunia sehubungan dengan penghormatan kepada leluhur. Pada intinya, Gereja tidak melarang umatnya melakukan budaya-budaya tersebut, selama tidak melanggar iman Katolik. Ingat, Tuhan sendiri berkata “Hormatilah orang tuamu”. Membersihkan kuburannya, mendoakan agar mereka cepat masuk Surga, masih dalam batas-batas kewajaran bakti seorang anak kepada orang tuanya. Tapi jangan lebih dari pada itu, seperti mensakralkan kamar tempat tidurnya dahulu. Mereka sudah tenang di alam lain, jangan lah kita berusaha menahan-nahan mereka di dunia ini.
    Semoga tulisan ini bermanfaat.