Author: stefano

  • Pandangan Gereja Katolik Mengenai Homoseksual

    Sekali lagi, tulisan ini aku buat setelah membaca artikel tentang kampanye mendukung pernikahan homoseksual di facebook. Banyak orang yang mengganti gambar profilnya dengan tanda “=” yang menyimbolkan mereka mendukung perjuangan kaum homoseksual dalam meminta peresmian pernikahan homoseksual.

    Aku kemudian menemukan artikel ini yang membahas apa pandangan Gereja Katolik tentang homoseksual. Intinya adalah:
    1. Gereja menolak adanya hubungan sesama jenis, karena melanggar kodrat dari Tuhan dimana laki-laki ditakdirkan bersatu dalam hubungan pernikahan dengan wanita, kecuali laki-laki atau wanita tersebut memilih hidup selibat.
    2. Gereja menolak operasi terhadap bagian tubuh yang bukan didasarkan atas alasan medis, contoh operasi kosmetik, operasi plastik, operasi kelamin, dan lain-lain, karena berarti orang tersebut menolak pemberian dari Tuhan. Artikel mengenai operasi kelamin
    3. Gereja mengakui adanya kasus langka dimana seseorang mungkin saja memiliki alat kelamin ganda. Dalam hal ini, pertimbangan lebih lanjut harus dilakukan secara medis untuk dapat benar-benar memastikan jenis kelamin orang tersebut. Pada akhirnya, jika orang tersebut ingin menikah, maka status kelaminnya harus sudah jelas terlebih dahulu.
    4. Memiliki orientasi homoseksual berbeda dengan melakukan orientasi homoseksual. Jika seseorang memiliki orientasi homoseksual, dia tidaklah berdosa selama dia masih mampu menguasai dirinya dan tidak menuruti keinginannya tersebut. Dia bisa saja meminta pertolongan beberapa pihak untuk membantu mengubah orientasinya kembali ke normal. Namun ketika dia mulai tunduk kepada orientasinya tersebut, maka dia berdosa.
    5. “Hate the sin, love the sinner”. Gereja membenci tindakan homoseksual, tapi bukan berarti Gereja menjauhi dan mengucilkan orang-orang homoseksual. Gereja selalu membuka tangan kepada mereka, dan akan selalu berupaya untuk mengembalikan mereka ke orientasi heteroseksual.

    Mudah-mudahan hal ini menambah pengetahuan kita 🙂

  • Pandangan Gereja Katolik Mengenai Bayi Tabung

    Awalnya aku gak sengaja nemu artikel ini Sperma menjadi komoditas ekspor di Amerika. Cukup menarik membaca artikelnya, dimana di amerika sana, mendonorkan sperma bisa menjadi pemasukan sampingan buat pria. Terlepas dari masalah moralnya, ternyata banyak sekali kostumer untuk sperma beku ini. Kalau dulu pembelinya cuma pasangan suami istri yang memang susah mendapatkan anak, sekarang pembelinya mulai ada wanita single yang memang tidak ingin menikah, atau pun pasangan lesbian. Aku sendiri tau ada beberapa kenalan yang melakukan program bayi tabung, dan sudah melahirkannya.

    Kemudian aku jadi penasaran, apa pandangan Gereja Katolik mengenai teknologi pembuahan bayi secara buatan ini? Maka aku coba cek ke katolisitas.org, dan menemukan artikel tentang bayi tabung. Pada intinya, Gereja memandang bahwa proses itu adalah dosa. Tapi (dan ini penting untuk diingat), bayi yang dilahirkan adalah sama seperti bayi-bayi lainnya, dimana dia merupakan anugerah dari Tuhan, dan wajib dipandang sebagai manusia yang sama dengan manusia-manusia lainnya. Ya, proses pembuatannya berdosa, tapi yang berdosa adalah orang tuanya. Bayinya sendiri tidak lah berdosa, karena dia bisa tercipta lahir karena ijin Tuhan, sama seperti bayi yang dihasilkan dari proses alami.
    Ya, banyak perdebatan bahwa tujuan proses ini kan mulia, untuk melanjutkan keturunan, dilakukan karena memang tidak bisa mempunyai anak, dkk. Tapi ingat, Tuhan sendiri mengingatkan bahwa niat yang baik saja tidak cukup. Niat yang baik, tapi kalau dilaksanakan secara salah, maka itu adalah dosa. Contoh lain yang juga relevan adalah tentang white lies (berbohong demi kebaikan) dan dongeng Robin Hood.

    Semoga 2 artikel diatas bisa menambah pengetahuan kita 🙂

  • Berdoa Dengan Benar Secara Katolik

    Mengapa kita berdoa?
    “Prayer is the raising of one’s mind and heart to God or the requesting of good things from God.” But when we pray, do we speak from the height of our pride and will, or “out of the depths” of a humble and contrite heart? He who humbles himself will be exalted; humility is the foundation of prayer. Only when we humbly acknowledge that “we do not know how to pray as we ought,” are we ready to receive freely the gift of prayer. “Man is a beggar before God.” (CCC, 2559)

    KGK 2559 “Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik”. Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau “dari jurang” (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan (Bdk. Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah dasar doa, karena “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis.

    Itulah sebuah pemahaman tentang arti doa dari ajaran Gereja Katolik. Berdoa adalah getaran hati suara nurani yang menyapa Allah. Suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Tanpa doa iman kita akan lemah tanpa daya, kering dan tidak berbobot, tapi dengan berdoa iman kita dikuatkan, diteguhkan, ditopang hingga kokoh kuat tak tergoyahkan. Maka kebiasaan berdoa bagi umat Katolik sangatlah penting mulai dari anak-anak hingga orang tua dan kakek nenek tak terkecuali wajib berdoa. Namun berdoa macam mana yang benar secara Katolik? Itulah yang menjadi pokok persoalan kita.

    Kemarin pada tgl 7 Desember 2010 ketika terjadi pertemuan darat tim katolisitas.org dengan para pengunjung umat katolik di Jakarta, saya menyinggung perihal berdoa secara benar dan katolik. Sudah banyak kali saya mendengarkan orang Katolik berdoa tidak sesuai dengan iman Katolik. Doanya mengambang, intensi tidak berisi dan kesulitan dalam mengakhiri doanya. Lalu bagaimana berdoa secara benar dan Katolik?

    Menurut pengalaman rohani dari St Theresa dari Lisieux, doa adalah:
    “For me, prayer is a surge of the heart; it is a simple look turned toward heaven, it is a cry of recognition and of love, embracing both trial and joy” (suatu gelora, sentakan dalam hati, sebuah penglihatan kembali untuk ke depan menuju tahta surgawi, sebuah jeritan pengetahuan akal budi dan cinta yang memeluk keduanya dalam suatu cobaan dan sukacita (bdk. St. Therese of Lisieux, Manuscrits autobiographiques, C 25r.).

    Berdoalah menurut pola ”Doa Bapa Kami”.
    Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
    datanglah Kerajaan-Mu,
    jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
    Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
    seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
    tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
    [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13).

    Dalam doa Bapa Kami ada 3 pokok penting yang mendapat perhatian saat kita hendak doa:
    1). Menyebut nama Allah dengan atributnya (kemahakuasaan Allah). Menyapa Allah sebagai Bapa yang sungguh dekat di hati manusia. Dia yang tidak jauh namun ada dan tinggal di antara kita sebagai Bapa kita. Memohon datangnya
    kerajaan-Nya di dunia.
    2). Intensi (permohonan) kita kepada Allah Bapa yakni rezeki setiap hari, kesehatan jiwa dan badan.
    3) Menutup doa dengan memohon agar dikuatkan iman kita sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. Terakhir setiap doa yang benar dan katolik ditutup dengan rumusan panjang lengkap bersifat trinitaris Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, atau rumusan pendek kristologis, yaitu “…. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.” Pola doa Bapa Kami juga memberikan contoh kepada kita untuk berdoa secara benar dan sungguh Katolik (di bawah artikel ini diberikan contoh yang benar).

    Sifat-sifat yang menyertai doa yang benar:
    a) Berdoalah dengan tekun.
    Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7). Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut
    akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan
    tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lukas 18:1-7). Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,… (Kisah Para Rasul 1:14)
    b) Berdoalah secara tersembunyi dengan rendah hati.
    Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6). Tempat
    tersembunyi yang dimaksudkan dalam sabda Tuhan ini adalah di dalam hati. Hati adalah tempat kita berjumpa dengan Tuhan. Kerendahan hati adalah dasar dari doa yang benar. Berdoalah dengan rendah hati dan dengan pertobatan. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13).
    c) Berdoalah dengan tidak bertele-tele.
    Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan (Matius 6:7). Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Lukas 22:40).
    d) Berdoalah dalam pribadi Tuhan Yesus.
    Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:13-14). Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7). Berdoalah dengan iman dan keyakinan bahwa doamu sedang dikabulkan. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu
    minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Markus.11:24).
    e) Berdoalah dengan kuasa dari Roh Kudus.
    ”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:13). ”Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Lukas 24:49). ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)
    f) Berdoa itu mempersatukan umat beriman dengan Allah Bapa.
    Hal ini ditekankan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Efesus 3:18-21): “Aku berdoa supaya kamu bersama-sama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat
    mengenal kasih itu yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi
    dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Bagi Dialah
    kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya”. Teks dari “Catechism of the Catholic Church” (Katekismus Gereja Katolik) di bawah ini menambah pemahaman kita tentang berdoa.
    “In the New Covenant, prayer is the living relationship of the children of God with their Father
    who is good beyond measure, with his Son Jesus Christ and with the Holy Spirit. The grace of the Kingdom is “the union of the entire holy and royal Trinity….with the whole human spirit.” Thus, the life of prayer is the habit of being in the presence of the thrice-holy God and in communion with him. This communion of life is always possible because, through Baptism, we have already been united with Christ. Prayer is Christian insofar as it is communion with Christ and extends throughout the Church, which is his Body. Its dimensions are those of Christ’s love” (CCC, 2565).
    KGK 2565 Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan
    Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah “persatuan seluruh
    Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa” manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16,9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan Kristus (Bdk. Rm 6:5). Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih Kristus (Bdk. Ef 3:18-2).

    Contoh doa pribadi yang benar dan Katolik.
    Allah Bapa kami yang mahabaik, kami bersyukur untuk hari baru ini yang telah Kau anugerahkan bagi kami. Engkau telah melindungi kami selama semalam yang telah berlalu dan memberikan begitu banyak rezeki hingga saat ini. Kami mohon berikanlah kami hati yang sanggup bersyukur dan hati yang selalu memberi kepada orang lain dari anugerah yang telah kami terima daripada-Mu.
    Semoga kami sanggup melakukan itu dengan menolong sesama yang berkekurangan. Doa ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin. (Penutup doa bersifat trinitaris: Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus)

    Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas penyertaanmu sepanjang hari ini. Kami menyadari bahwa banyak kesalahan dan kekurangan telah kami lakukan sepanjang hari ini. Kami mohon pengampunan darimu dan berilah kami kekuatan untuk bangkit dari kesalahan kami. Semoga besok kami mampu menjadi murid-Mu yang sejati. Karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
    (Penutup doa bersifat kristologis di mana Kristus menjadi pengantara kita satu-satunya dan bersifat universal kepada Allah Bapa).

    Sumber: Katolisitas

  • [Gambar] Christ took me seriously

    Everybody thinks I’m crazy. They say, “You take the Jesus thing too seriously”. Well I don’t know, but Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.

  • Modus penipuan yang memanfaatkan teknologi

    Belakangan ini, mulai banyak berita penipuan yang menggunakan teknologi, baik via internet, website, ataupun sms. Sebenarnya penipuan-penipuan ini sudah cukup lama. Sejak 10 tahun lalu, sudah mulai banyak orang-orang yang memanfaatkan anonimitasnya teknologi untuk menipu orang lain. Aku akan mencoba membahas 2 modus yang paling sering dilakukan.

    Pertama, aku mau membahas penipuan via email. Modus penipuan yang paling biasa dilakukan adalah dengan mengaku sebagai seseorang yang memiliki uang yang banyak, dan membutuhkan orang untuk mengurusnya.
    Kalau kita mau berpikir secara logis, banyak sekali keganjalan. Pertama, bagaimana dia bisa mendapatkan email kita? Kecuali kita memang suka menggembar-gemborkan alamat email kita, maka itu harus kita pertanyakan.
    Kedua, bagaimana dia mau mempercayakan uang yang besar kepada kita? Kecuali kita memang memiliki bisnis pengelolaan uang, maka sungguh aneh kalo seseorang mau mempercayakan uang yang begitu besar kepada seorang asing yang kredibilitasnya tidak dia ketahui.
    Ketiga, ini yang menurutku penting, seeing is believing. Apakah benar dia adalah orang yang diomongkannya? Contoh paling simpel, dalam beberapa kasus, orang ini mengaku sebagai wanita indo yang sedang berada di inggris. Padahal ketika ditangkap, dia adalah seorang pria nigeria yang berada di indonesia.

    Modus penipuan kedua adalah penipuan yang biasa dilakukan via sms. Ada beberapa tipe sms penipuan tersebut:
    1. Sms itu berasal dari anggota keluarga kita (walau pun nomornya gak kita kenal) yang membutuhkan bantuan kita. Biasanya sih yang diaku-akui itu dia lagi di rumah sakit, dia lagi di kantor polisi, atau dia lagi butuh pulsa.
    2. Sms yang berisi nomor rekening orang yang tidak kita kenal. Tipe sms ini menyari sasaran orang-orang yang bekerja di bidang bisnis online, dimana segala aktivitas pembayaran biasanya via transfer. Jika sms ini tiba di orang yang tepat di saat yang tepat, maka orang itu kemungkinan besar akan mudah tertipu.
    Bayangkan saja misalnya anda melakukan transaksi dengan seseorang. Trus anda harus membayar sejumlah uang ke dia. Tiba-tiba muncul sms “kirim saja uangnya ke rek xxxx atas nama xxx”. Walau pun nomornya tidak kita kenali, buat beberapa orang yang tidak teliti, maka mereka akan menganggap kalau memang sms itu dari partner transaksinya.
    3. Tipe sms ini baru mulai banyak merajalela mungkin 1-2 tahun terakhir. Seseorang mengaku kalau dia adalah dukun sakti yang mampu membantu kita menang judi togel, 4D, atau pun judi-judi serupa. Tipe judi ini bukan lah sesuatu yang baru. Sudah dari jaman dahulu kala masyarakat mengenal judi-judi ini. Tapi mungkin sekarang masyarakat sudah bosan dengan hal-hal yang logis, sampai mereka mulai percaya dengan (yang ngaku-ngaku) dukun sakti.

    Masih banyak lagi modus-modus penipuan lainnya di sekitar kita. Tapi semua penipuan ini memiliki target yang jelas, yaitu mengincar orang-orang yang tergila-gila dengan harta, sampai mengabaikan logika. Jangan kaget kalau banyak orang yang terpelajar pun bisa tertipu. Tuhan memberikan kita logika bukan cuma untuk menjadi pajangan di otak kita, jadi mari kita gunakan sebaik-baiknya 🙂

    Beberapa artikel menarik mengenai penipuan di dunia maya.

    Modus Tipu Internet, Dari Warisan Hingga Pacaran

    Korban Tipu Internet Biasanya Kaum Terpelajar

    Korban Tipu Internet Jarang Melapor ke Polisi

  • 3 Tipe Orang Yang Datang Ke Misa Minggu

    Dalam homili misa Kamis Putih hari ini, romonya memberikan beberapa hal yang menarik. Salah satunya mengenai 3 tipe orang yang datang ke gereja.

    Tipe pertama adalah orang-orang yang datang ke gereja karena kerinduan untuk bertemu dengan Allah. Karena kerinduan itu, maka biar pun ada halangan, mereka akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengikuti misa.

    Tipe kedua adalah orang-orang yang mengikuti misa karena kebutuhan. Mereka menginginkan sesuatu dari Tuhan, jadi mereka datang ke misa. Orang-orang ini akan sangat rajin dan religius ketika mereka mempunyai itensi. Tapi setelah itensinya terpenuhi atau tidak terpenuhi setelah lama meminta, maka mereka akan “menghilang” dari gereja.

    Tipe ketiga adalah orang-orang yang terpaksa datang ke misa. Mereka biasanya mendapatkan tekanan agar datang ke misa. Entah dari orang tua, dari pasangan, atau tekanan yang lain.

    Mari kita bersama-sama berusaha untuk menjadi tipe pertama 🙂

  • Teori Restorative justice, adil atau diskriminatif?

    Apa sih restorative justice? Kalian bisa baca dibawah ini.
    Pengertian Restorative Justice

    Agar diskusi lebih mengena, aku coba mengambil satu contoh kasus yang divonis dengan asas restorative justice, yaitu kasus rasyid rajasa
    Rasyid hanya divonis 5 bulan penjara dan denda 12 juta, dengan masa percobaan 6 bulan. Artinya jika dia tidak ketahuan melakukan tindakan melawan hukum selama 6 bulan sejak putusan, maka dia tidak perlu dipenjara.

    Dilihat dari segi restorative justice, semua unsur-unsur sudah terpenuhi sebenarnya:
    1. Keluarga korban sudah ikhlas
    2. Keluarga rasyid sudah mengganti kerugian + menjanjikan kompensasi2 (walau besarnya kompensasi tidak ditetapkan hakim, jadi tergantung dari niat keluarga rasyid)

    Jadi di mata hukum, keadilan sudah ditegakkan. Apakah benar begitu? Mari kita melihat satu hal krusial dari 2 poin diatas: keluarga rasyid mampu mengganti kerugian + siap memberikan kompensasi2. Apa yang terjadi jika pelakunya adalah sopir bemo misalnya? Jangankan untuk ganti rugi, untuk memperbaiki bemonya sendiri aja dia gak mampu. Jadi apakah dia harus dihukum berat, karena dia tidak mampu secara finansial? Kalau begitu, apakah hukum sudah menjadi teman bagi orang mampu, dan musuh bagi orang tidak mampu? Apakah nilai nyawa 2 orang manusia setara dengan berapapun uang yang bisa diberikan oleh keluarga rasyid?

    Bukankah ini memberikan pesan kepada masyarakat “Kalau kalian ada uang, gak usah kuatir berbuat jahat”? Ya dia teledor, tapi alfiani pun sama teledornya. Tingkat keteledorannya berbeda, tapi keduanya sama-sama mengemudi dalam kondisi yang tidak layak dan menyebabkan kematian. Jadi kenapa yang satu divonis “bebas penjara”, dan yang satu divonis 12 tahun penjara akibat kecelakaan + 4 tahun penjara karena pemilikan narkoba?

    Teori Restorative Justice memang kelihatan “suci” dan “adil”, tapi dalam pelaksanaannya, sistem ini seolah-olah menjadi sistem diskriminasi.

    Sebagai penutup, ada kisah menarik tentang nenek minah. Nenek minah diadili karena memotong 3 biji kakao
    Hanya karena memotong 3 buah kakao (yang akhirnya sudah dikembalikan sebelum sempat dibawa), dia dituntut 6 bulan penjara oleh jaksa, walau akhirnya hakim hanya memberi hukuman percobaan. Ironis bukan? Mencuri 3 buah kakao hampir lebih berat hukumannya daripada menghilangkan nyawa 2 orang manusia.

  • Tips untuk mengembalikan pilihan auto download images di Whatsapp (Android)

    Buat kalian yang pake whatsapp di blackberry, pasti tau bahwa fitur ini masih ada sampai sekarang. Tapi untuk iPhone dan android, jika kalian memakai versi terbaru, maka fitur ini akan hilang jika di versi lama anda mencentang pilihan ini. Tapi kalo anda sejak awal tidak pernah mencentang, maka fitur ini akan tetap ada.

    Nah, bagaimana dong kalau dulu kita mencentang pilihan ini, tapi sekarang gak mau? Nah, ada solusinya. Ada trik yang bisa dipakai untuk mengembalikannya. Tenang, trik ini minim resiko. Kontak dan percakapan anda tidak akan hilang.

    Caranya adalah
    1. Pergi ke Application Manager, trus tekan di Whatsapp, trus pilih Force close Whatsapp
    2. Nyalakan airplane mode
    3. Install whatsapp versi 2.8.1504 tanpa menghapus program yang ada sekarang. Kalian bisa mencarinya di papktop.com
    5. Ubah tanggal ke 23 Oct, 2012.
    6. Jalankan Whatsapp.
    7. Pergi ke Settings > chat settings, matikan centang di pilihan auto download images.
    8. Matikan airplane mode, kembalikan tanggal ke tanggal terkini..
    9. Update whatsapp ke versi terkini. Kalian bisa cek bahwa pilihan auto download image akan ada.

    Sumber www.techgravy.net/disable-whatsapp-auto-download-images-android/

  • Kisah Arthur Ashe

    Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yangg memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon
    (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima pada tahun 1983. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,
    “Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita
    penyakit itu?”
    Ashe menjawab
    “Di dunia ini ada 50 juta anak yg mulai bermain tenis,
    diantaranya 5 juta orang yg bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen grand slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, ‘Mengapa saya?’ Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, ‘Mengapa saya?’”

    Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan. Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yg menekan berat. Ketika menerima sesuatu yg buruk, ingatlah saat-saat ketika kita menerima yg baik…

    ‘Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan. Yang dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!! Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya.. Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak, berpikirlah :’Tuhan ingin engkau menang !!’
    ———————————————-
    “I could never forgive myself if I elected to live without humane purpose, without trying to help the poor and unfortunate, without recognizing that the purest joy in life comes with trying to help others.” –
    Arthur Ashe

  • Kisah kakek di atas pesawat

    Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline. Karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap harinya hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton. Pada tanggal 17 juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

    Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari shanghai menuju peking, penumpang sangat penuh pada hari ini. Diantara penumpang saya melihat seorang kakek
    dari desa, merangkul sebuah karung tua, dan terlihat jelas sekali gaya desanya. Pada saat itu saya yang berdiri di pintu pesawat menyambut penumpang. Kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju, seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

    Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minum, ketika melewati baris 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku di tempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung. Kami menanyakan mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakkan karung tua di atas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkan duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya, kami
    menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

    Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ketoilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarang, takut merusak barang didalam pesawat. Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minum yang ke dua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakkan segelas minuman teh di meja dia. Ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan
    segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan di pinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minuman kepada penjual makanan di pinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

    Saat kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya. Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah di tingkat 3 di Peking. Anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orangtua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking. Anak sulungnya tidak tega orangtua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama–sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri. Akhirnya dengan terpaksa disetujui dengan anaknya. Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai oleh anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan di bandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut di tempat bagasi tetapi
    dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh di tempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakkan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia
    bersedia dengan hati-hati dia meletakkan karung
    tersebut.

    Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil ? dan meminta saya meletakkan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget. Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa di mata seorang desa menjadi begitu berharga. Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh di dalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi di luar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar–benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

    Sebenarnya kami menganggap semua hal sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut menyembah kami, mengucap terima kasih bertubi–tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak. Hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tau
    bagaimana mengucap terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja di lapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

    Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam penumpang saya sudah jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain–lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan,hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya.

    Janganlah kalian memandang orang dari penampilan luar, tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.