Category: Artikel Pengembangan Diri

  • Hadiah Dari Hati

    Ada sebuah legenda yang bertutur tentang penyikapan kita terhadap suatu pemberian. Bagaimana penerimaan dengan hati akan menempatkan pemberian itu lebih dari sebuah barang.

    Alkisah, seorang pemuda menjelajahi gurun dan menemukan air yang sebening kristal. Begitu dicecap, air itu terasa begitu manis. Pemuda itu lalu mengisi kantung kulitnya untuk gurunya saat ia kembali. Setelah perjalanan empat hari, ia memberikan air itu untuk gurunya yang kemudian meminumnya. Sang guru tersenyum hangat dan berterima kasih kepada muridnya untuk air manis itu. Pemuda itu kembali ke desanya dengan senang hati.

    Air itu masih bersisa dan guru mempersilakan murid lain untuk mencicipinya. Namun, apa yang terjadi? Banyak yang setelah mencecap air itu lalu memuntahkannya kembali. “Guru, air itu sudah busuk. Mengapa Anda berpura-pura seperti itu?”

    Sang guru menjawab, ”Kalian hanya mencicipi air. Saya mencicipi hadiah. Air itu hanyalah wadah untuk tindakan cinta kasih dan tidak ada yang lebih manis dari itu.”

    Pelajaran terbaik dari cerita itu adalah ketika kita menerima hadiah, hargailah itu dan ungkapkan rasa syukur telah diberi hadiah. Bisa jadi itu hanya sebuah nampan keramik atau gelang imitasi.

    Syukur tidak selalu datang secara spontan. Sayangnya, kebanyakan anak-anak dan orang dewasa hanya menghargai apa yang diberikan daripada perasaan yang terkandung di dalamnya. Kita harus mengingatkan diri kita sendiri dan mengajarkan anak-anak kita tentang keindahan dan kemurnian perasaan dan ungkapan terima kasih. Setelah semua, hadiah dari hati benar-benar karunia hati yang terdalam.

  • Jangan Ragu Untuk Memberi

    Jangan ragu untuk menolong seseorang dengan apa yang kita miliki meskipun hanya sedikit. Karena suatu saat kita pun akan memperoleh pertolongan kembali, entah bagaimana caranya.

    Sekali waktu seorang pria mendengar bahwa di tempat asing yang jauh ada pembakaran api suci. Ia bangkit dan meninggalkan rumahnya untuk mencari api suci dan ingin membawanya pulang ke rumahnya. Ia berpikir, “Ketika saya memiliki api ini, maka saya akan memiliki kebahagiaan dan kehidupan orang yang saya cintai akan memilikinya juga.”

    Ia pun melakukan perjalanan jauh, jauh, dan akhirnya menemukan api suci, yang menyala cahayanya. Dalam perjalanan kembali ia hanya punya satu kekhawatiran, “Bagaimana jika cahayanya mati.”

    Dalam perjalanan pulang ia bertemu seseorang yang kedinginan dan tidak memiliki apa pun. Api suci itu memintanya untuk memberikan sedikit apinya. Pria dengan api suci itu ragu-ragu sejenak. Bukankah cahaya itu terlalu berharga, terlalu suci untuk diberikan kepada seseorang yang biasa saja? Meskipun ragu, ia memutuskan memberikan sedikit apinya kepada orang yang kedinginan itu.

    Pria itu melanjutkan perjalanan pulang dan ketika ia hampir mencapai rumahnya, badai mengerikan datang. Ia mencoba untuk melindungi api suci itu dari hujan dan badai, tetapi akhirnya api itu malah mati.

    Untuk kembali ke tempat api suci itu diambil, rasanya tidak mungkin, ia tidak memiliki cukup kekuatan untuk kembali sejauh itu. Tapi ia cukup kuat untuk kembali kepada seseorang yang telah ia bantu dalam perjalanan pulang tadi.

    … dan dengan api yang diberikannya tadi, ia dapat menyalakan apinya kembali.

  • Kisah Nonoko dan Pencuri

    Nonoko adalah seorang Guru Zen tua yang hidup sendiri di salah satu pondok di kaki sebuah gunung. Pada suatu malam ketika ia sedang bermeditasi, masuklah seorang asing ke dalam pondoknya sambil mengacungkan pedang ke arahnya, meminta uangnya. Nonoko tidak menghentikan meditasinya sementara ia berkata kepada orang itu, “Semua uang saya ada di dalam mangkuk pada rak di atas sana. Ambillah semua yang kauinginkan, tetapi sisakan lima yen untuk saya. Minggu depan saya harus membayar pajak.”

    Orang asing itu mengambil semua uang yang ada di dalamnya dan mengembalikan lagi lima yen ke dalamnya. Ia juga mengambil jambangan yang sangat berharga di rak.

    “Bawalah jambangan itu dengan hati-hati,” kata Nonoko. “Jambangan itu mudah pecah.”

    Orang asing itu sekali lagi melihat sekeliling ruangan kecil yang kosong dan akan segera pergi.

    “Engkau belum mengucapkan terima kasih,” kata Nonoko.

    Orang itu mengucapkan terima kasih dan pergi.

    Hari berikutnya seluruh desa ribut. Banyak orang mengatakan bahwa mereka dirampok. Seseorang melihat jambangan tidak ada lagi pada rak di dalam pondok Nonoko dan bertanya apakah ia pun menjadi korban perampokan, “Tidak,” kata Nonoko. “Saya memberikan jambangan itu kepada seorang asing, dengan sejumlah uang. Ia mengucapkan terima kasih kepada saya dan pergi. Ia seorang  yang menyenangkan, hanya sedikit sembrono dengan pedangnya!” (The Prayer of The Frog)

  • Jadilah SmartHuman

    Sedikit edukasi saja (misal anda belum tahu) mengenai hal yang anda temui di internet. Tadi pagi saya menemukan sebuah foto yang diupload oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan diberi caption yang provokatif dan bias. Saya tidak akan post fotonya. Foto tersebut (menurut aku) menunjukkan makna yang berbeda dengan captionnya. Namun entah kenapa banyak yang bisa terpancing oleh foto tersebut.

    Saya cuma ingin kita lihat dua foto berikut ini. Keduanya adalah foto hasil editan, yang kelihatan seperti asli.
    Peringatan!! Foto pertama ada sedikit editan yang menyerupai darah. Namun saya bisa pastikan itu hanyalah hasil editan si pembuat
    Foto pertama

    Foto kedua

    Yang mau saya tekankan adalah, jangan 100% mempercayai apa pun yang kamu lihat di internet, baik artikel/video/foto/pesan berantai. Di era yang “smart” ini (semua perangkat mulai diberi label smart), kita sebagai manusia jangan mau kalah pintar dengan teknologi. Kalau kalian bisa mengakses facebook, aku rasa kalian pun gampang membuka google. Lalu cukup mengetikkan beberapa kata kunci, bisa keluar artikel-artikel yang terkait yang bisa memvalidasi atau malah menunjukkan kebohongan artikel/foto/video/pesan berantai tersebut.

    Jadi lah smarthuman 🙂

  • [Kutipan] [Gambar] Life is ironic

    image

    Life is too ironic. It takes sadness to know what happiness is, noise to appreciate silence, and absence to value presence.

  • [Kutipan] Cinta…

    Tulusnya cinta, meski tak lagi bersama, kadang rasa benci hadir dalam dada, kamu tetap tak pernah melewatkan seharipun tanpa merindukannya.

    Ketika kamu mencintai, jujurlah pada diri. Jadi diri sendiri, jangan biarkan mereka jatuh cinta pada seseorang yg bukan dirimu.

    Banyak wanita jatuh cinta pada pria yg salah, hanya karena wanita mudah percaya apa yg dikatakan pria tersebut adalah hal yg benar.

    Cinta tak hanya sekedar kata. Cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata, karena cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya.

    Jangan menuntut ingin dicintai apa adanya jika kamu masih memberi syarat kepada seseorang yang mencintaimu.

    Cinta mampu menerima kekurangan. Dan cinta ada untuk saling melengkapi kekurangan.

    Bukan hanya bahagia dan tawa, tapi derita dan air mata juga bagian dari cinta.

    Terkadang kamu tahu bahwa kamu mampu menghindar rasa sakit, namun kamu juga sadar bahwa cintamu lebih berarti dari rasa sakit.

    Tak ada yang lebih kuat dari cinta sejati. Kamu harus percaya untuk saling memahami, dan kamu harus memahami untuk saling percaya.

    Cinta kasih adalah perasaan hati, yang harus diungkapkan dengan hati, bukan hanya dengan rayuan atau pujian.

    Ketika kamu mencintai seseorang, berusahalah cintai kekurangannya, bukan hanya mengubahnya seperti yang kamu mau.

    Kadang tak peduli seberapa sakit seseorang melukaimu, kamu tetap bertahan, karena akan lebih menyakitkan jika kamu kehilangannya.

    Cinta adalah sesuatu yg sulit dikendalikan. Kadang ketika kamu berpura-pura tuk tak peduli, akan membuatmu lebih merindukannya.

    Jangan pernah berdusta pada dia yg kamu cinta. Kejujuran mungkin menyakitkan, tapi kebohongan menghancurkan segala.

    Ketika dua hati saling tulus mencinta, mereka akan selalu temukan cara tuk tetap bertahan, tak peduli betapa sulitnya tuk terus bersama.

    Terkadang, meski tahu bahwa kamu bisa hidup tanpa dia yg kamu cinta, kamu terus meyakinkan dirimu bahwa kamu tak menginginkan hal itu.

    Cintai dirimu. Itu cara menghargai diri sendiri. Jng mengasihani dirimu. Itu cara meremehkan diri sendiri.

    Ketika cinta akan tiba, tak ada yang bisa menduga. Ketika hendak cinta pergi, mungkin tak bisa ditunda lagi. Sahabat atau cinta? Sama saja.

    Jangan berharap mendapat cinta sejati jika hanya berdiam diri. Yang terbaik didapat bukan tanpa sengaja, tapi didapat dengan usaha dan doa.

    Cinta tak datang dari tatapan mata, namun dari permintaan hati. Karena cinta dari hati, yang tak sempurna akan jadi sempurna.

    Jgn berkata kau mencintai seseorg jika kau tdk pernah menangis, berdoa, & berjuang utk menjadikannya bagian dr hiidupmu.

    Ketika kamu merasa orang-orang membencimu tanpa alasan yg jelas, ingatlah, Tuhan mencintaimu tanpa syarat!

    Dalam cinta, kamu bisa berpura-pura tak peduli, tapi sebenarnya kamu tahu, hal sekecil apapun yang dia lakukan terkadang bisa menyakiti.

    Dalam cinta, kamu mungkin mencintai yg salah, menangis tuk alasan yg salah, tapi semua itu membantumu menemukan dia yg tepat!

    Cinta tak pernah mensyaratkan kesempurnaan. Karena cinta adalah menerima, memahami, dan rela berkorban demi kebahagiaan bersama.

    Cinta bisa membuat bahagia, cinta juga bisa membuatmu terluka. Maka jika kamu ingin bermain cinta, kamu harus siap untuk menerima keduanya.

    Jangan takut mencinta hanya karena kamu pernah terluka. Rasa sakit membantumu dewasa. Maafkan, pelajari, dan kembali melangkah.

    Terkadang kamu memilih tuk sendiri, karena tak kamu temukan seseorang yg mampu mencintaimu sebaik kamu mencintai dirimu sendiri.

    Jika seseorang mampu memberi alasan mengapa dia mencintaimu, dia tak mencintaimu, dia menyukaimu. Cinta itu emosi, bukan definisi.

    Dia yg tulus mencintaimu takkan berjalan di depanmu, atau tertinggal di belakangmu. Dia akan selalu berjalan di sampingmu.

    Mereka yg mencintaimu slalu ingin yg terbaik untukmu, hanya saja cara mereka bukan slalu yg terbaik.

    Dalam cinta, tak perlu dia yg berkata bersedia MATI untukmu, karena yg kamu butuh dia yg bersedia HIDUP bersama denganmu ^^

    Kau selalu bs mempercayai tanpa hrs mencintai, tp kau tdk akan prnh bs mencintai tanpa mempercayai.

    Cinta memberimu alasan tuk tersenyum, momen indah tuk ditertawakan, tapi cinta jg memberimu kenangan yg tak pernah bisa dilupakan.

    Hanya karena kamu tahu dia mencintaimu, tak berarti kamu harus berusaha mencintainya. Jujurlah drpd akhirnya seseorang akan terluka.

    “Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian”.

    “Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan”.

    Pengetahuan ditingkatkan dgn belajar; kepercayaan dgn perdebatan; keahlian dgn latihan & cinta dgn kasih sayang.

    Kawan sejati ialah orang yg mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya ia itu baik dan burukmu.

    Berapa Besar ukuran CINTA? Sebesar PERJUANGAN kita untk MEMPERTAHANKAN nya.

    Dalam cinta, terkadang kamu harus belajar tuk melupakan apa yg kamu rasakan dan mulai menemukan apa yg pantas kamu dapatkan.

  • [Kutipan] Memiliki Mawar

    To have the rose, you must accept the thorns

    Untuk memiliki mawar, kamu harus menerima juga durinya

    By Joe Sin

  • [Kutipan] Jangan percaya hanya karena…

    Versi Inggris

    Do not believe in anything simply because you have heard it.
    Do not believe in anything simply because it is spoken and rumored by many.
    Do not believe in anything simply because it is found written in your religious books.
    Do not believe in anything merely on the authority of your teachers and elders.
    Do not believe in traditions because they have been handed down for many generations.
    But after observation and analysis, when you find that anything agrees with reason and is conducive to the good and benefit of one and all, then accept it and live up to it.

    Versi Indonesia

    Jangan percaya pada apapun hanya karena kamu mendengarnya.
    Jangan percaya pada apapun hanya karena itu dibicarakan banyak orang.
    Jangan percaya pada apapun hanya karena itu tertulis di Kitab Suci agamamu.
    Jangan percaya pada apapun hanya karena pengaruh dari guru-guru dan tetua-tetuamu.
    Jangan percaya pada tradisi karena mereka telah diturunkan dari banyak generasi.
    Tapi setelah kamu mengamati dan menganalisa, jika kamu menemukan bahwa hal itu mempunyai alasan yang jelas dan bertujuan demi kebaikan dan manfaat bagi satu dan semua, maka terimalah hal itu dan hiduplah sesuai hal itu.

  • 9 Pertanyaan Yang Tidak Pernah Ditanyakan Orang Yang Tidak Bahagia

    We have within us the power to start over again. The future is always beginning now.

    Every experience – positive and negative, strength and weakness, love and hate, health and sickness – adds to your personal growth.  You will never be called upon to face any challenge which you do not possess the strength to overcome.

    But there are great enemies: anxiety, fear, worry, etc.  These inner demons set up conditions which disturb and prevent the clear thinking you require.

    Calmness, confidence, receptiveness – with these your spirit can flourish; with these you will find the answers you want from day to day, and even more importantly, you will find the right questions.

    So when stress and unhappiness begins weighing down on you, take a deep breath, clear your mind and ask yourself…

    1. “Should I turn around?” – Sometimes when it feels like you’re running into one dead end after another, it’s actually a sign that you’re not on the right path.  Maybe you were meant to hang a left back when you took a right, and that’s perfectly okay.  U-turns are allowed in life.  Remember, no one wins a game of chess by only moving forward; sometimes you have to move backward to put yourself in a position to win.

    2. “What makes me happy?” – Whatever you decide to do, make sure it makes you happy.  Someday you will look back over your life and you will realize that the best moments – when you felt most alive – were the moments when you let your instincts and passions guide you.  If your passion takes you down a path few people travel, so be it.  Some people may ridicule you for being different and not living up to society’s standards, but deep down, some part of them wishes they had the courage to do the same.

    3. “Is it time to write the next chapter?” – When people undermine your dreams, predict your doom, or criticize you, remember, they’re telling you their story, not yours.  It’s time to take your life back from the people and circumstances that are causing you pain and making you unhappy.  This is your life and you’re the author of your story.  If you’re feeling like you’ve been stuck in the same negative setting for too long, it’s time to start writing a new chapter of your life.

    4. “What can I do now to change my situation?” – When you blame everyone and everything else, you give up your power to change.  So don’t get too upset with other people and peripheral situations.  They are powerless without your reaction.  Take full accountability of your life.  External forces may be able to knock you down on occasion, but keeping you there is a whole different ball game – keeping you there is a choice only you can make.

    5. “What have I been doing wrong all along?” – When you are willing to fail miserably, you are able to achieve greatly.  It is by facing the sometimes ugly truth that life opens up to us.  Admitting your mistakes and weaknesses does not diminish your strength, it shows your courage and development.  Sometimes you have to shut up, swallow your pride and accept that you were wrong.  It’s not giving up, it’s growing up.

    6. “What do I need to try again?” – Just because you have faced many defeats in your life does not mean you have been defeated.  Life has many ways of testing your willpower, either by having prolonged periods where nothing happens, or by having everything happen at once.  This is why you have to be strong when you feel like giving up, and you have to fight when you just want to run away.  Because sometimes that’s all you can do to KEEP GOING – which is precisely what you need to do.

    7. “How can I motivate myself?” – To accomplish great things, you must not only act, but also dream, not only plan, but also believe.  Be a dreamer, a believer, a courageous and cheerful thinker.  Be a planner, a doer, a go-getter who keeps her head in the clouds and her feet on the ground.  Let the spirit of passion and possibility ignite a fire within you to do something worthwhile and leave this world a little better than you found it.

    8. “What excuses am I making?” – When something is a priority it gets done.  Period.  And it’s not what we claim are our priorities, but how we spend our time each day that reveals the truth.  You can make excuses.  You can always try to wait for the perfect moment, the perfect this, the perfect that… but it won’t get you anywhere.  To get where you want to go you just have to start DOING.  It makes all the difference.  Making excuses takes the same amount of time as making progress. 

    9. “What other questions should I be asking?” – The most common and harmful addiction in the world is the draw of comfort.  Don’t be someone who never asks, “how?” or never pulls back further to ask, “why?”  Too many people don’t ask these questions because they know the answers would require substantial disruption to their comfort zone, and they don’t want to endure it.  But that’s how the human mind grows.  When your mind is stretched with new questions and the resulting experiences, it never shrinks back to its previous dimensions – you are forever more competent and capable.
    The floor is yours…

    Sumber Marc And Angel

  • 7 Perlakuan Dari Orang Lain Yang Tidak Boleh Kita Tolerir

    It is better to be alone than in bad company.

    Your dignity may be attacked, ravaged and disgracefully mocked, but it can never be taken away unless you willingly surrender it.  It’s all about finding the strength to defend your boundaries.

    The manipulators of the world will test you from time to time to see if you bend.  Don’t let them intimidate you.  When you catch them pushing on you, push back.  All it takes is once, and if they get away with pushing you around that once – if they know they can treat you like that – then it sets the pattern for the future.

    You are stronger than them!  Stick up for yourself and stop tolerating…

    1.  Bullying.

    Bulling is not OK.  Period.  There is no freedom on Earth that gives someone the right to assault who you are as a person.  Sadly, some people just won’t be happy until they’ve pushed your ego to the ground and stomped on it.  What you have to do is have the nerve to stand your ground.  Don’t give them any leeway.  Nobody has the power to make you feel small unless you give them that power.

    It takes a great deal of courage to stand up to your enemies, but just as much to stand up to your family and friends.  Sometimes bullying comes from the most unlikely places.  Be cognizant of how the people closest to you treat you, and look out for the subtle jabs they throw.  When necessary, confront them – whatever it takes to give yourself the opportunity to grow into who you really are.

    2.  Physical abuse of any kind.

    If you have survived the wrath of a physical abuser, and you tried to reconcile things… If you forgave, and you struggled, and even if the expression of your grief had you succumb to outbursts of anger… If you spent years hanging on to the notions of trust and faith, even after you knew in your heart that those beautiful intangibles, upon which love is built and sustained, would never be returned… And especially, if you stood up as the barrier between an abuser and someone else, and took the brunt of the abuse in their place…

    You are a HERO.

    But now it’s time to be the hero of your future.  Enough is enough!

    3.  Supporting hatred.

    As Gandhi once said, “An eye for an eye will only make the whole world blind.”

    Regardless of how despicable another has acted, never let hate build in your heart.  Fighting hatred with hatred only hurts you more.  When you decide to hate someone you automatically begin digging two graves: one for your enemy and one for yourself.

    Hateful grudges are for those who insist that they are owed something.  Forgiveness, on the other hand, is for those who are strong enough and smart enough to move on.  After all, the best revenge is to be unlike the person who hurt you.  The best revenge is living well, in a way that creates peace in your heart.

    4.  Negativity.

    There are plenty of people in this world who will be generous when sharing their negativity and ignorance.  And while they may seem quite eager to feed you their rubbish, please remember it’s not the diet you need.  You need positivity.  So be cautious with whom you let feed your mind and soul.  Do not let the negative opinions of others destroy your inner spirit.

    Throughout your life you will meet two kinds of people: those who are a drain on your energy and dreams, and those who give you the energy to pursue your dreams.  Avoid the first kind and cherish the second.

    5.  Lies.

    If someone fools you once, shame on them.  If someone fools you twice, shame on you.

    If you catch someone lying to you, speak up.  Some people will lie to you repeatedly in a vicious effort to get you to repeat their lies over and over until they effectively become true.  Don’t partake in their nonsense.  Don’t let their lies be your reality.

    Remember, an honest adversary is always better than a friend who lies.  Pay less attention to what people say, and more attention to what they do.  Their actions will show you the truth.

    6.  Disparaging remarks about your potential.

    Never let someone’s opinion of you wash away your truth.  Never sacrifice who you are or what you aspire to be because someone else sees things differently.

    Sometimes even your closest confidants will carelessly crush your potential with smiles on their faces.  They will discredit your ideas, exhibiting zero emotional support, and inadvertently persuade you to forget part of the person you are, along with the person you are capable of becoming.

    Don’t let weak minds convince you that you aren’t strong enough.  You are.

    7.  Attempts to decide for you.

    When you feel out of control or a little lost it can be tempting to look for someone willing to take charge of your life for you, just to alleviate the pressure.  But before you do consider this: if you put a collar around your own neck and hand the leash to someone else, you’ll have no say about where they lead you in life.

    When it comes to exercising your inner genius, you must listen to your inner voice.  Try what you want to try, go where you want to go and explore the depths of your own intuition.  Don’t accept false choices just because someone else doesn’t feel what you feel.  Don’t let others leash your dreams and your future.  If something feels right, it probably is.  Give yourself the fair chance you deserve.

    Final Thoughts

    This is your life.  You may not be able to control all the things people do to you, but you can decide not to be reduced by them.  You can decide not to let their actions and opinions invade your heart and mind.  And above all, you can decide whom to walk beside into tomorrow, and whom to leave behind today.

    Sumber : Marc and Angel