Category: Artikel Religius

  • Kisah Dua Kuda

    Di dekat rumah ada sebuah bidang tanah, dengan dua ekor kuda di tanah itu. Dari kejauhan, masing-masing kuda tidak ada bedanya dengan kuda lain. Tetapi jika Anda melihat lebih dekat, Anda akan melihat sesuatu yang sangat menarik. Ya, salah satu kuda itu buta.

    Pemiliknya sebenarnya tidak ingin memiliki kuda itu, tetapi ia telah membuatkan kandang yang aman dan nyaman untuk kuda itu. Ini belum cukup. Jika Anda berdiri di dekatnya dan mendengarkan, Anda akan mendengar suara bel. Itu berasal dari kuda yang satunya lagi. Melekat pada kalung kuda, sebuah lonceng kecil berwarna tembaga. Ini memungkinkan temannya yang buta tahu di mana kuda lain berada, sehingga ia bisa mengikuti kuda itu.

    Ketika kita berdiri melihat kedua ekor kuda itu, kita akan melihat kuda yang buta selalu  mengikuti kuda yang satunya lagi dengan mendengarkan suara lonceng kecil. Kuda buta itu percaya bahwa temannya tidak akan menyesatkannya. Ketika mereka akan kembali ke kandang setiap malamnya, kuda yang sehat itu akan berhenti sesekali untuk melihat ke belakang, memastikan temannya yang buta tidak terlalu jauh di belakangnya.

    Seperti halnya pemiliki kedua kuda itu, Tuhan pun tidak akan membuang kita hanya karena kita tidak sempurna. Atau karena kita memiliki masalah dan tantangan yang besar. Dia selalu  mengawasi kita bahkan membawa orang lain ke dalam hidup kita untuk membantu ketika kita membutuhkan bantuan.

    Kadang-kadang kita seperti kuda buta, yang perlu dibantu oleh suara lonceng kecil yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita. Di lain waktu, kita seperti kuda yang satunya lagi, yang membantu orang lain untuk menemukan jalan keluar bagi mereka.

  • Gunakan Potensi yang Kita Miliki

    Suatu kali ada seorang konglomerat pengusaha yang kekayaannya diperolehnya dari nol. Apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.

    Karena penasaran, seorang pemuda ingin belajar menimba pengalaman dari sang konglomerat tersebut. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya pemuda tersebut berhasil menemui pengusaha sukses itu.

    “Terima kasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu.

    Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan satu tangannya.

    Pemuda itu terheran-heran. Lantas, pengusaha itu pun menjelaskan maksudnya, “Biar aku lihat garis tanganmu. Simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yang Kau minta.”

    Setelah menengadahkan kedua tangannya, pengusaha itu pun berkata, “Lihatlah telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, di sini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh. Sekarang, genggamlah tanganmu. Di mana semua garis tadi?”

    “Di dalam telapak tangan yang saya genggam,” jawab si pemuda dengan penasaran.

    “Nah, apa artinya itu? Artinya, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu. Dan, begitulah rahasi suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,” jelas si pengusaha sukses itu.

    “Kini coba lihat kembali genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena di sanalah letak kekuatan Allah Sang Maha Pencipta yang kita tidak akan mampu lakukan dan itulah bagianNya.”

    “Genggam dan lakukan bagianmu dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh, dan serahkan kepada Allah bagian yang tidak mampu engkau lakukan!”

    Semangat dan gunakan potensi kita secara maksimal yang telah dititipkan Tuhan bagi kita.

  • Inilah Bedanya Doa Ibu dan Anak

    Pada suatu hari, seorang pemuda yang bernama Daniel terlibat dalam kecelakaan. Dia ditabrak oleh sebuah taksi di sebuah jalan raya.

    Akibat dari kecelakaan itu dia cedera parah. Kepalanya luka, tangannya patah dan perutnya terburai. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan bahwa sakitnya terlalu parah dan memperkirakan dia tidak ada harapan lagi untuk hidup. Ibunya, segera dihubungi dan diberitahu tentang kecelakaan yang menimpa anaknya.

    Hampir pingsan sang Ibu mendengar berita tentang anaknya itu. Dia segera bergegas ke rumah sakit tempat anaknya dirawat. Berlinang air mata ibu melihat kondisi anaknya. Meskipun telah diberitahu bahwa anaknya sudah tiada harapan lagi untuk diselamatkan, Ibu ini tetap tidak henti-hentinya berdoa dan memohon kepada Tuhan agar anaknya itu selamat.

    Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, kondisi Daniel tidak banyak berubah. Saban hari sang Ibu menunggui anaknya itu tanpa jemu. Saban malam pula Ibu itu terbangun mendaraskan doa memohon keselamatan anaknya. Dalam keheningan malam, sambil berlinangan air mata, sang Ibu merintih meminta agar anaknya disembuhkan.

    Keyakinan sang Ibu terhadap kekuasaan Allah sangat kuat meskipun tubuh anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar mau menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya.

    Setelah 5 bulan terlantar, mukjizat itu pun terjadi, atas doa doa seorang ibu yang tak pernah putus, akhirnya Daniel menampakkan tanda-tanda kesembuhan dan akhirnya dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas.

    Daniel dapat terus hidup sampai berumah tangga dan mempunyai anak. Ibunya, seorang janda semakin hari semakin tua dan uzur.

    Suatu hari, sang Ibu yang berusia hampir 75 tahun jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Awalnya, Daniel masih mengunjungi dan menjaga ibunya di rumah sakit. Tetapi semakin hari semakin jarang dia datang menjenguk ibunya sampai pada suatu hari pihak rumah sakit menghubunginya untuk memberitahukan kondisi ibunya yang semakin parah.

    Daniel segera bergegas ke rumah sakit. Di situ, Daniel menemukan kondisi ibunya semakin lemah. Nafas ibunya turun naik. Dokter memberitahu bahwa ibunya sudah tidak ada waktu yang lama untuk hidup. Ibunya bisa saja setiap saat menghembuskan napasnya yang terakhir.

    Melihat kondisi ibunya yang demikian dan konon beranggapan ibunya sedang tersiksa, lantas Daniel terus menadah tangan dan berdoa seperti ini, “Ya Allah, seandainya dia Engkau panggil menghadapMu lebih baik untuk ibu, maka Engkau panggilah ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Ya Allah, aku akan merelakan dengan ikhlas dengan kepergiannya. Amin.”

    Begitulah bedanya doa ibu terhadap anak dan doa anak terhadap orang tuanya. Ketika anak sakit, seburuk apapun kondisinya, walau badan hancur sekalipun, namun orang tua akan tetap mendoakan semoga anaknya diselamatkan dan dipanjangkan umurnya.

    Tetapi anak-anak yang dikatakan ‘baik’ pada hari ini akan mendoakan agar ibu atau bapaknya yang sakit agar segera diambil oleh Allah, padahal orang tua itu baru saja sakit. Mereka meminta pada Allah agar segera di panggil ke surga karena konon sudah tidak tahan melihat ‘penderitaan’ orang tuanya.

    Apa yang akan Anda lakukan saudara jika menghadapi situasi yang seperti ini?

  • Hidup Sempurna Setelah Lalui Setiap Prosesnya

    Seorang anak memberitahu ibunya kalau sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Ia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

    Saat itu, ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya. Dengan senang hati, anak itu berkata, “Tentu saja, aku suka kue.”

    “Nah, sekarang cicipi mentega ini,” kata ibunya menawarkan.

    “Yaiks,” ujar anaknya.

    “Bagaimana dengan telur mentah?”

    “Ah, Ibu bercanda nih..”

    “Mau mencoba tepung terigu atau baking soda?”

    “Bu, semua itu kan tidak enak dan menjijikkan!”

    Lalu sang ibu menjawab, “Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi, jika dicampur jadi satu melalui sebuah proses yang benar, maka akan jadi kue yang enak.”

    Kadang kita bertanya dalam hati dan menyalahkan Tuhan, “Apa yang telah saya lakukan kok saya harus mengalami semua ini?” atau “Kenapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi pada saya?”

    Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya mengapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, agar menjadi sempurna tepat pada waktunya.

  • Kesalahan Jadi Berkat

    Konon, kue brownies lahir dari kesalahan. Seorang koki lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan resep kue coklat. Akibatnya setelah dipanggang kue coklat itu tidak mau mengembang alias bantat. Herannya, meski bantat, orang yang mencicipi mengatakan bahwa itu kue coklat resep baru yang sangat enak.

    Cerita di atas sering dipakai untuk menggambarkan kreativitas. Tapi, bukti di atas juga menunjukkan jika manusia bisa menggunakan kesalahannya menjadi sesuatu yang luar biasa, bukankah terlebih lagi Tuhan?

    Rancangan Tuhan itu sempurna. Sempurna bukan berarti mulus, lancar dan tak ada masalah di dalamnya. Sempurna justru karena Tuhan bisa memakai tiap kegagalan dan kesalahan kita untuk mewujudkan rencanaNya.

    Saat Yusuf dijual menjadi budak di Mesir, itu jelas merupakan “fase kegagalan” di dalam hidupnya. Tapi, Tuhan memakainya sebagai skenarioNya. Bayi Musa yang dilepaskan di sungai Nil jelas merupakan “fase kegagalan”, tapi lewat peristiwa menyedihkan itu, sungai Nil mengantarkan bayi Musa ke istana Firaun.

    Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan itu. Jangan putus asa karena kesalahan yang kita buat. Jika kita hidup di dalam Tuhan, maka kita harus percaya bahwa rencana Tuhan tidak bisa digagalkan oleh kesalahan kita (tentu bukan kesalahan yang disengaja), sebaliknya Tuhan bisa menyempurnakan rencanaNya lewat kesalahan yang kita buat. Jadi, tidak ada yang mustahil di tangan Tuhan….

    Kita doakan sahabat-sahabat kita yang sedang merayakan Idul Adha pada hari ini…..

    May All of You Have a great experience with GOD this Tuesday!!

  • Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

    Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal, pagi itu menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

    Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya.”

    “Tuhan menciptakan semuanya?” tanya Profesor sekali lagi.

    “Ya, Pak, semuanya,” kata mahasiswa tersebut.

    Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

    Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama adalah sebuah mitos.

    Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

    “Tentu saja,” jawab si Profesor,

    Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

    “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya si Profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

    Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu – 43 derajat Celcius adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

    Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

    Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

    Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

    Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

    Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

    Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Prof,  kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

    Profesor itu pun terdiam.

    Dan, nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

  • [Cerita] Santo Thomas Aquinas dan sapi terbang

    Pada suatu ketika, Thomas yang masih bersekolah sedang duduk di mejanya. Tiba-tiba teman-temannya berteriak “Lihat, ada sapi terbang!”. Thomas pun segera bergegas ke jendela untuk melihatnya. Dan yang seperti bisa kita duga, tidak ada sapi yang terbang.

    Teman-temannya pun menertawakan dia. Thomas dengan bijak menjawab “Lebih baik saya percaya bahwa ada seekor sapi yang bisa terbang, dibandingkan saya percaya bahwa teman-teman saya menipu saya”.

  • [Cerita] God will rescue me….

    A missionary priest works in rural India among the poor. The monsoons come and the Villagers warn him that the river is rising and he must come with them to the shelters in the hills, but the missionary refuses to go, saying “God will rescue me so that you may have faith.” The river keeps rising, the priest climbs on a local roof to stay dry and a rescue boat crew comes, telling him to get in and they will bring him to safety. The priest refuses, saying “God will rescue me so that you may have faith.”
    The river rises and the priest is perched on the building chimney. A rescue helicopter comes to save him, but he says “God will rescue me so that you may have faith.”

    The priest drowns and stands before God at judgement and says “Lord, I don’t understand! I had such faith that you would save me, why am I here so young?”

    God says “What? I sent you smart villagers, a rescue boat and a helicopter. What did you expect, an engraved invitation?”

  • [Cerita]Kuasa Doa

    Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

    Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

    “Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

    Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

    Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

    Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

    Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

    Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu,kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

    Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

    Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

    Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

    Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

    Dengan setengah bergumam dia bertanya,”Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

    Jawab si Malaikat, ” Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.

    Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

    Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “AnakkuTuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00”.

    Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

    Bukankah itu Panti Asuhan? kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ”

    “Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. ”

    Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang seseorang malas dengan mengatakan tidak punya waktu untuk berdoa. Mulai saat ini buatlah komitmen untuk berdoa secara rutin. Pergunakanlah waktumu untuk berdoa bagi dirimu sendiri dan bagi saudara dan bagi orang-orang lain yang memerlukan doamu. Ingatlah anda juga memerlukan doa mereka juga. Yuk saling mendoakan dengan tulus.

  • Makanan Apa Saja Yang Haram?

    Alasan aku menulis tulisan ini bermula dari diskusi dengan temanku mengenai vegetarian. Aku gak akan membahas pro kontra vegetarian vs omnivora, karena gak akan selesai 😀 Aku cuma mau membagikan saja konsep makanan yang haram menurut Alkitab.

     

    Apa saja sih makanan yang haram?

    Untuk menjawab pertanyaan ini maka ada satu perkataan Yesus yang dapat dijadikan acuan. Matius 15:11,

    “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

    Lebih jauh lagi kita dapat juga melihat penjelasannya di Matius 15:17-18,

    Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

    Ayat – ayat di atas jelas memberikan jawaban kalau sebenarnya tidak ada makanan yang haram. Jika memang masih ada makanan yang diharamkan, maka apakah kematian Kristus di kayu salib tidak cukup?
    Jadi boleh makan apa saja dong?
    Tidak ada makanan yang haram tidak berarti juga kita boleh makan apa saja. Kita juga harus berhikmat apa yang baik masuk ke dalam mulut kita untuk menjaga tubuh yang diberikan Tuhan ini kepada kita agar tetap sehat. Roma 14:21,

    Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.

    Satu hal lagi yang harus diperhatikan adalah, jangan sampai karena kita memakan sesuatu, itu akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Contohnya akan diberikan di bawah.
    Di hukum taurat bukannya ada yang haram ya?
    Ya, benar sekali dalam hukum taurat, tepatnya di Imamat 11 dan Ulangan 14:3-21, terdapat makanan yang memang diharamkan. Tetapi Yesus sudah datang dan menggenapkan hukum taurat ini. Hukum taurat adalah bayang – bayang dan wujudnya adalah Kristus. Kristus tidak pernah membatalakan hukum taurat, melainkan menggenapinya. Dalam bahasa aslinya, penggenapan ini dapat juga diartikan dengan kata “mengakhiri”. Saya tidak akan membahas panjang lebar di sini, tetapi intinya adalah Yesus sudah menggenapi hukum taurat tersebut dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib.
    Bagaimana dengan Kisah Para Rasul 21:25?
    Tertulis di Kisah Para Rasul 21:25

    Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.

    Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada makanan yang diharamkan lagi bukan berarti boleh memakan semua makanan. Ayat di atas adalah keputusan (oleh para rasul) kepada orang Kristen non-Yahudi pada saat itu agar tidak makan makanan yang seperti disebutkan di atas. Seperti yang kita ketahui bahwa orang Yahudi, walaupun sudah menjadi Kristen, masih sangat kental dengan hukum taurat, oleh karena itu pada saat itu para rasul mengambil keputusan untuk melarang orang Kristen non-Yahudi agar tidak memakan makanan tertentu, alasannya jelas, agar tidak terjadi perselisihan antara orang Kristen Yahudi dan orang Kristen non-Yahudi pada saat itu. Diulangi lagi, pada saat itu. Seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak ada yang diharamkan bukan berarti boleh memakan apa saja, harus berhikmat juga dalam memilih makanan. Dalam hal ini para rasul berhikmat untuk melarang beberapa jenis makanan agar orang Kristen Yahudi dan orang Kristen non-Yahudi bisa tetap bersatu dan tidak terpecah. Ini merupakan contoh sederhana dari yang disebutkan pada Roma 14:21, jangan sampai karena orang Kristen non-Yahudi memakan sesuatu, itu menjadi batu sandungan dan menjadi sumber pertengkaran dengan orang Kristen Yahudi.
    Kesimpulannya adalah, walaupun tidak ada makanan yang diharamkan, bukan berarti kita boleh memasukkan apapun ke dalam mulut kita, kita juga harus berhikmat apa yang boleh kita makan dan apa yang tidak boleh kita makan untuk menjaga tubuh yang diberikan Tuhan tetap sehat dan tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain.
    Sumber : Tanya Alkitab