Konon, kue brownies lahir dari kesalahan. Seorang koki lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan resep kue coklat. Akibatnya setelah dipanggang kue coklat itu tidak mau mengembang alias bantat. Herannya, meski bantat, orang yang mencicipi mengatakan bahwa itu kue coklat resep baru yang sangat enak.
Cerita di atas sering dipakai untuk menggambarkan kreativitas. Tapi, bukti di atas juga menunjukkan jika manusia bisa menggunakan kesalahannya menjadi sesuatu yang luar biasa, bukankah terlebih lagi Tuhan?
Rancangan Tuhan itu sempurna. Sempurna bukan berarti mulus, lancar dan tak ada masalah di dalamnya. Sempurna justru karena Tuhan bisa memakai tiap kegagalan dan kesalahan kita untuk mewujudkan rencanaNya.
Saat Yusuf dijual menjadi budak di Mesir, itu jelas merupakan “fase kegagalan” di dalam hidupnya. Tapi, Tuhan memakainya sebagai skenarioNya. Bayi Musa yang dilepaskan di sungai Nil jelas merupakan “fase kegagalan”, tapi lewat peristiwa menyedihkan itu, sungai Nil mengantarkan bayi Musa ke istana Firaun.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan itu. Jangan putus asa karena kesalahan yang kita buat. Jika kita hidup di dalam Tuhan, maka kita harus percaya bahwa rencana Tuhan tidak bisa digagalkan oleh kesalahan kita (tentu bukan kesalahan yang disengaja), sebaliknya Tuhan bisa menyempurnakan rencanaNya lewat kesalahan yang kita buat. Jadi, tidak ada yang mustahil di tangan Tuhan….
Kita doakan sahabat-sahabat kita yang sedang merayakan Idul Adha pada hari ini…..
May All of You Have a great experience with GOD this Tuesday!!
Leave a Reply