Jawaban yang Salah?

Jika orang lain memberikan jawaban yang tidak sesuai harapan Anda, jangan berpikir mereka salah. Mereka hanya melihat dari sisi yg berbeda. Oleh karena itu berusahalah mengerti dahulu sebelum kita menarik asumsi. Sebab apa yang menurut kita salah belum tentu salah. Silakan baca contoh dibawah ini:

Susan, seorang guru matematika bertanya kepada muridnya yang berusia 7 tahun bernama Rio. “Jika aku beri kamu 1 jeruk dan 1 jeruk dan 1 jeruk lagi, berapa jeruk yang kamu punya?”, tanya Susan.

Rio langsung menjawab, “4”.

Susan jadi kecewa karena Rio tidak bisa menjawab dgn benar, terlebih itu adalah pertanyaan yang mudah. Susan berpikir, mungkin Rio tidak mendengarkan dengan baik, ia pun mengulangi pertanyaan ke Rio, “Dengar baik-baik. Jika aku beri kamu 1 jeruk dan 1 jeruk dan 1 jeruk lagi, berapa jeruk yang kamu punya?”

Karena lihat wajah gurunya yang kecewa, kali ini Rio menjawab dengan hati-hati, “4 bu.”

Saking kesalnya, Susan pun nepok jidatnya, tapi dia tidak menyerah, dia pikir, mungkin Rio tidak suka jeruk, tapi lebih suka apel. Ia pun ganti pertanyaannya, “baiklah, sekarang, Jika saya beri kamu 1 apel dan 1 apel dan 1 apel lagi, berapa apel yang kamu punya?”

Sambil tersenyum Rio menjawab, “3 bu!”

Mendengar jawaban Rio, Susan pun tersenyum ceria. Tapi, untuk memastikan
apakah Rio benar-benar mengerti, ia pun
bertanya lagi ke Rio, “Sekarang, dengar baik-baik ya, jika saya beri kamu 1 jeruk dan 1 jeruk dan 1 jeruk lagi, berapa jeruk yang kamu punya?”

Rio dengan agak takut-takut menjawab, “4 bu!”

“Loh kok 4 lagi? Bukankah tadi kamu menjawab 3,”. Ujar Susan dengan nada tinggi.
Melihat gurunya semakin kesal, Rio pun
memberitahukan. “Saya jawab 4, karena di
dalam tas saya sudah ada 1 jeruk bu,” jawab Rio.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *