Apakah anda sudah siap meninggal?

Hari ini ada kejadian mengejutkan di lingkungan teman-teman orang tuaku. Ada salah satu temannya yang meninggal. Dua hari lalu dia tiba-tiba jatuh di kamarnya, dan tadi siang meninggal dunia. Cukup mengejutkan karena aku masih ketemu dengan dia hari sabtu sebelum misa Sabtu suci. Bahkan ada yang bertemu dengan dia hari Selasa ketika melayat di meninggalnya orang lain. Sebuah bukti bahwa tidak ada yang bisa tahu kapan kita akan dipanggil Tuhan.

Pertanyaannya adalah sudah siapkah kita untuk dipanggil Tuhan? Aku pernah duduk membayangkan, seperti apa sih rasanya meninggal. Aku membayangkan bagaimana kita bisa tiba-tiba saja kehilangan nyawa kita. Ibarat komputer, tanpa melalui proses shut down yang normal, tapi langsung dicabut kabel listriknya. Jujur aku merasa seram juga. Seram apakah aku udah cukup “menabung” upah Surgaku. Apa artinya uang, rumah, emas, kekuasaan, gelar, kalau pada akhirnya, semua itu akan kita tinggalkan kelak?

Aku rasa artikel ini bagus sebagai referensi kita. Janganlah kita melihat kematian sebagai sebuah bencana, tapi mari kita melihatnya sebagai undangan untuk bertemu Yesus secara langsung. Selama ini kita hanya bertemu dengan Yesus melalui Alkitab, melalui doa, melalui bantuan-bantuan visual dan audio, tapi kenapa kita tidak senang ketika diijinkan bertemu langsung dengan Dia?

Jujur saja, kematian masih merupakan konsep yang menakutkan buat aku. Tapi mari kita bersama-sama mengubah pikiran kita.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *