Mutiara Iman, Sabtu 10 November 2012
Pw. St.Leo Agung, PausPujG (P)
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”(Luk. 16:10)
…
LECTIO :
Flp. 4:10-19;
Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9;
Luk. 16:9-15;
MEDITATIO : Suatu kali saya bertemu dengan seorang pengusaha. Kebetulan saat ini perusahaannya bertumbuh dengan baik. Ketika saya tanyakan, bagaimana ia awalnya dia terjun dalam dunia usahanya ini dan cara mengembangkannya. Menurut ceritanya, dia mengawali usahanya karena didesak oleh kebutuhan menyediakan susu untuk anak-anaknya. Sebagai langkah awal dia membuat produk yang mudah namun banyak dibutuhkan orang. Dia menekuni yang sederhana itu dan sekarang ini diapun mampu membuat hal-hal yang sangat rumit dan bermutu dengan kuantitas yang sangat besar.
Yesus bersabda, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar”. Kadang kita meremehkan perkara-perkara kecil, entah karena bila melakukan hal tersebut gengsi kita tidak terangkat, entah karena kita terobsesi pada hal-hal besar ataupun alasan-alasan yang lain. namun mengerjakan perkara-perkara kecil dengan setia akan melatih kita agar teliti, cermat dan berdaya tahan. Pelatihan ini akan membentuk karakter kita. Dan bila hal itu kita lewati, kita akan bisa melakukan yang lebih besar lagi. Bila ingin mengerjakan yang besar dengan baik, lewatilah dahulu hal-hal kecil dengan sempurna. (Petrus noegroho Agoeng,Pr)
CONTEMPLATIO : Bayangkan Yesus berdiri di hadapanmu dan bertanya: “Apakah yang telah kau lakukan dengan talenta yang Kuberikan padamu? Apakah kamu mengembangkan atau malah menyembunyikannya?” Apa jawabanmu pada Yesus? Rasakan suasana hatimu … bersyukurlah selalu …
ORATIO : Tuhan terimakasih atas rahmat dan talenta yang Kau berikan kepadaku. Semoga aku makin bisa mengembangkannya dengan tekun dan setia. Amin.
MISSIO : Aku akan mempercayai bahwa Tuhan telah memberi bekal talenta pada diriku untuk hidup sehingga aku akan lebih percaya diri dan mengembangkannya dengan tekun dan setia.
Dikutip dari Renungan Harian Mutiara Iman 2012 Tahun B/II.
Leave a Reply