Arti Keadilan

Suatu pagi, seorang ayah memberi uang saku kepada kedua anaknya. Seorang anak perempuan kelas 6 SD dan seorang anak laki-laki kelas 3 SD. Dia memberikan uang saku dengan jumlah yang berbeda kepada mereka. Tentu saja anak perempuan mendapat jumlah
uang saku yang lebih banyak. Mengetahui
hal ini, saat sepulang sekolah si anak laki-laki protes kepada ayahnya.
“Pa, kok uang sakuku lebih sedikit dari punyanya kakak? Gak adil”
Kemudian si ayah melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya, “Menurutmu adil itu
yang seperti apa?”
Dengan polosnya si anak yang baru
berusia 9 tahun itu menjawab, “Ya harus sama jumlahnya. Kalo kakak dapat banyak, aku juga harus dapat jumlah yang sama juga.”
Dengan tersenyum si ayah meninggalkan dia.
Sesaat kemudian dia menemui si anak lelaki dengan membawa dua buah gelas minum, gelas pengukur, dan sebotol air. Kedua gelas itu memiliki ukuran berbeda. Yang pertama gelas besar dan yang kedua gelas kecil.
“Baik nak. Sekarang ayah minta, tolong masing-masing gelas kamu isi dengan air sebanyak 240 mL!”
Dengan sedikit pengarahan dari si ayah, dia
mulai mengisikan air ke dalam gelas pengukur hingga mencapai angka 240 mL dan menuangkannya ke dalam gelas besar.
Pada gelas yang besar, air hampir memenuhi isi gelas. Namun, pada saat dia mengisi gelas yang kecil airnya tumpah. Kemudian si ayah meminta anaknya untuk mengosongkan gelas-gelas tersebut. Dan sekarang dia memberi instruksi yang berbeda.
“Sekarang isikan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh!”
Dia mulai menuangkan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh. Dan sekarang tidak ada air yang tumpah.

Satu pelajaran yang bisa kita ambil dari
cerita di atas : Keadilan itu bukan tergantung dari jumlahnya tetapi dari ukurannya.

Sering diantara kita mengeluh kepada Allah. “Ya Allah mengapa dia memiliki harta yang lebih banyak dari aku? Pada dia memiliki pekerjaan yang sama, ibadah kita juga sama. Bahkan terkadang aku lebih baik dari dia.” Sadarkah kita bahwa Allah itu Maha Mengetahui? Dia tahu akan ukuran setiap hamba-Nya. Dia tidak akan memberikan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali sesuai ukuran sang hamba.

Jadi kalau kita merasa tidak puas dengan kondisi kita sekarang, jangan salahkan orang lain. Gunakan waktu yang ada untuk membesarkan “ukuran” kita 🙂

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *