Aku rasa hal ini banyak kita dengarkan dari orang-oran non Katolik, yang mengatakan bahwa orang Katolik menyembah patung.
Aku menemukan artikel bagus yang menjelaskan dengan bagus argumen untuk menjawab tuduhan tersebut. Beberapa poin penting yang aku rangkum:
1. Patung Bunda Maria, patung Yesus, patung santo/santa, dkk sebenarnya dibuat agar kita mengingat pribadi yang tergambar, bukan untuk disembah. Kalau itu tidak boleh, lalu mengapa kita boleh memasang foto keluarga, foto pacar, atau foto teman-teman kita? Apakah itu berarti kita menyembah teman-teman kita? Bagaimana dengan patung proklamasi yang merupakah perwujudan Sukarno-Hatta? Apakah kita menyembah Sukarno-Hatta? Tidak bukan? Selama tujuan kita adalah demi memudahkan kita dalam mengingat pribadi dan perbuatan-perbuatan baik yang dibuat orang tersebut, tidak ada yang salah.
2. Sebenarnya kalau kita mau melihat Perjanjian Lama, Allah sendiri menggunakan patung sebagai simbolisasi Allah. Di Tabut Allah, dibuat dua buah patung kerub yang melambangkan kebesaran Allah. Ada juga kisah Musa yang membuat patung ular sebagai peringatan akan dosa umat Israel.
Jadi sikap umat Katolik adalah jelas, kita menolak menyembah patung-patung apa pun. Yang kita lihat dari patung-patung atau pun gambar-gambar yang ada adalah pribadi yang digambarkan.
Untuk lebih lengkapnya, silahkan membuka tautan diatas untuk membaca artikel lengkapnya.
Leave a Reply