Mari kita berbicara tentang sebuah misteri. Kita menghabiskan banyak waktu dengan televisi. Menonton televisi mungkin merupakan kegiatan menghabiskan waktu terpopuler di dunia dan merupakan kegiatan yang paling banyak memakan waktu kita, setelah tidur dan kerja. Di Amerika Serikat, orang menghabiskan waktu lebih dari empat jam sehari untuk menonton televisi. Menonton acara yang bagus bisa menjadi sumber kepuasan yang besar. Namun, biasanya gonta-ganti siaran adalah kegiatan yang paling sering dilakukan, yang sebenarnya tidak banyak menambah kebahagiaan kita – tapi kita tetap menonton juga. Jadi bagaimana televisi bisa masuk ke dalam konsep kebahagiaan?
Untuk menjawab pertanyaan ini, aku akan membagi “kebahagiaan” dalam tiga tipe:
1. Kebahagiaan yang menantang
2. Kebahagiaan dalam mengakomodir
3. Kebahagiaan yang santai
Kebahagiaan yang menantang adalah kebahagiaan yang paling besar efeknya, dan yang paling banyak menuntut. Belajar untuk bermain golf misalnya, adalah kebahagiaan yang menantang. Pertama kamu harus belajar tentang peralatan, aturan, istilah, dan gerakannya. Kamu merasa frustasi. Kamu harus melakukan banyak hal. Kegiatan ini membutuhkan banyak waktu untuk bisa menguasainya. Tapi lama kelamaan, kegiatan ini menjadi menyenangkan. Kamu berada di luar rumah, bersama teman-teman, kamu semakin ahli dalam bermain, kamu pergi ke tempat-tempat baru – dan itu menyenangkan! Kebahagiaan yang menantang membutuhkan kesabaran, waktu, tenaga, keuletan, dan pemikiran masa panjang.
Yang biasanya lebih tidak menantang, tapi masih membutuhkan usaha dalam mengerjakannya adalah kebahagiaan dalam mengakomodir. Pergi ke kebun binatang dengan keluarga adalah kebahagiaan tipe ini. Pergi ke acara keluarga, pergi ke acara kantor, pergi makan dan nonton dengan teman-teman, semua membutuhkan akomodasi. Kamu memperkuat hubungan, menciptakan kenangan, bersenang-senang – mungkin tidak sebahagia kalau kamu bisa menentukan segala-galanya. Kebahagiaan tipe ini membutuhkan banyak tenaga, pengaturan, kerjasama dengan orang lain, dan (yang pasti) akomodasi.
Kebahagiaan yang santai bisa dibilang tidak membutuhkan usaha. Kebahagiaan ini menyantaikan kita. Dia hanya membutuhkan sedikit tenaga. Kamu tidak harus mengasah kemampuan atau melakukan banyak kegiatan. Sedikit sekali kerjasama dengan orang lain atau persiapan yang dibutuhkan. Duduk di pinggir kolam renang, membaca majalah, dan menonton televisi adalah contoh kebahagiaan yang santai.
Kebahagiaan yang menantang dan kebahagiaan yang mengakomodir, dalam jangka panjang, membawa lebih banyak kebahagiaan, karena mereka adalah sumber dari elemen-elemen yang membuat orang menjadi lebih bahagia: ikatan pribadi yang kuat, keahlian, dan suasana bertumbuh. Kebahagiaan yang santai lebih pasif.
Jadi kalau kebahagiaan yang santai membawa paling sedikit kebahagiaan, kenapa menonton televisi sangat populer? Karena ketikaa kita mendapat banyak kesenangan dari kesenangan tipe 1 dan tipe 2, kita juga harus mengeluarkan usaha yang banyak. Kebanyakan aktifitas yang menghasilkan banyak kebahagiaan akan membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan perencanaan. Tapi pada akhirnya, mereka akan membawa banyak kebahagiaan. Jadi untuk meningkatkan kebahagiaan anda, jika kebanyakan waktu anda diisi dengan kebahagiaan yang santai, cobalah untuk menambahkan beberapa aktivitas menantang atau aktivitas mengakomodir di dalamnya.
Kegiatan tipe mana yang kamu pasti lakukan di dalam harimu? Apakah kamu kesulitan membatasi waktu nontonmu (atau waktu dengan layar-layar yang lain)?
Sumber The Happiness Project
Leave a Reply