Mari saya mulai dengan salah satu cerita kesukaan saya
Pada suatu hari dalam perjalanan pulang, seorang wanita berjalan di tepi jalan. Ia melihat seekor burung kakaktua di jendela sebuah toko hewan peliharaan. Dengan melihat kepada wanita itu, si kakaktua
berkata, “Ibu, Anda jelek sekali!”. Merasa terkejut, wanita itu berjalan pergi dengan perasaan tersinggung. Hari berikutnya, ia berjalan di jalan yang sama lagi. Ia melihat lagi kakaktua yang mengintip lewat jendela toko. Dan hampir pasti, ketika kakaktua itu melihatnya, kakaktua itu berkata, “Ibu, Anda jelek sekali!”
Wanita itu tidak tahan lagi. Ia menerobos ke dalam toko dan berkata pada pemilik toko, “Burung Anda telah berkata pada saya bahwa saya jelek. Sebaiknya Anda melakukan sesuatu terhadap kakaktua itu. Kalau besok saya lewat di sini, dan burung itu mengatakan hal yang sama tentang saya, saya akan menuntut Anda!” Pemiliknya meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan berkata, “Hal itu tidak akan terjadi lagi, Bu.” Hari berikutnya, ia berjalan pulang di jalan yang sama. Sekali lagi, ia melihat kakaktua itu, dan kakaktua itu melihatnya. Ia berhenti dan dengan tatapan dingin bertanya, “Ya?” Burung itu, sambil berjalan mondar-mandir, berkata, “Anda tahu.”
Anda Tidak Perlu Menjadi Sempurna
Untuk Mencintai Diri Sendiri
Teman, banyak dari kita memiliki seekor kakaktua dalam diri kita yang mengatakan pada kita, “Anda jelek.” Kita memiliki seekor kakaktua dalam diri kita yang kita bawa ke mana-mana, kejam dan kasar. Sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan iblis untuk menuduh dan menyumpahi kita ke Neraka. Karena kita sendiri melakukannya. Perasaan-perasaan malu ini membawa kita kepada ketergantungan kita. Teman, bakar kakaktua dalam diri Anda. (Lebih baik lagi, goreng dia dengan minyak zaitun, sedikit bawang putih, dan cabe.)
Mulai katakan pada diri Anda kebenaran: Bahwa Anda adalah anak Tuhan dan indah di luar yang dapat dibayangkan. Dan bahwa Tuhan bahkan akan memakai kelemahan Anda yang terburuk. Ingat: Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk dicintai.
Kelemahan Anda Adalah Sebuah Anugerah
Dalam Alkitab, Santo Paulus berbicara sombong tentang “Duri dalam Daging”-nya. Itu adalah kelemahannya. Tapi apapun itu, tentang kelemahan ini, ia mengatakan kalimat yang kekal dan membingungkan ini. “Penyakit itu diberikan untuk memukul saya supaya saya tidak menjadi sombong. Tiga kali saya berdoa kepada Tuhan supaya penyakit itu diangkat dari saya. Tetapi Tuhan menjawab, “Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasaKu justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah.” (2Korintus 12:7-10 ~ Alkitab Terjemahan Sehari-hari). Bagaimana mungkin kelemahan Anda menjadi anugerah?
Kelemahan Anda Memberkati Anda Dalam 3 Cara Besar
Pertama, kelemahan saya membuat saya rendah hati. Kelemahan itu membuat saya jauh lebih bergantung pada Tuhan. Dan saya melihat bagaimana Dia memakai saya dengan luar biasa sekalipun saya memiliki banyak kelemahan! Itulah sebabnya Alkitab berkata, apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. (1Korintus 1:27)
Kedua, kelemahan saya membuat saya lebih berbelas kasih terhadap orang lain. Saya percaya bahwa seseorang yang dengan mudahnya menghakimi orang lain belum menerima kelemahan-kelemahannya sendiri. Jika sudah, ia tidak akan bersikap menghakimi. Tapi karena ia belum, ia memproyeksikan kemarahannya terhadap diri sendiri kepada orang lain.
Ketiga, kelemahan saya menghubungkan saya dengan orang lain dengan suatu cara yang tidak dapat dilakukan oleh yang lain. Ketika saya membagikan kisah masa lalu saya dan keterikatan saya kepada seseorang, saya menanggalkan pertahanan diri saya dan menjadi terbuka terhadapnya. Dengan cara ini, saya juga memberi ijin pada orang itu untuk juga menanggalkan pertahanan dirinya.
Teman, bersyukurlah pada Tuhan atas kelemahan Anda, pergumulan Anda, dan masalah Anda. Semua itu adalah anugerah luar biasa yang akan memberkati Anda dan orang lain.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)
Leave a Reply